Ada Tudingan Serangan Teroris Direkayasa, Lemkapi: Sangat Ngawur

Selasa, 06 April 2021 - 13:22 WIB
Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan menyebut tudingan bahwa aksi teror yang terjadi belakangan direkayasa sebagai tuduhan ngawur. Foto/ist
JAKARTA - Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia ( Lemkapi ) mengecam sekelompok orang yang menganggap insiden kasus bom bunuh diri di Gereja Kathedral, Makassar; dan penyerangan terduga teroris di Mabes Polri adalah rekayasa.

"Kami melihat tuduhan adanya rekayasa keterlaluan. Itu pemikiran yang ngawur. Mana mungkin teror bisa direkayasa," ungkap Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan di Jakarta, Selasa (6/5/2021).



Baca juga: Teror Pelemparan Batu Resahkan Warga Bandung, Polisi Kantongi Identitas Pelaku

Menurut anggota Kompolnas 2012 2016 ini, semua bukti sangat jelas, korbannya sangat jelas, dan peristiwanya juga sangat jelas. Jadi mana mungkin polisi bisa merekayasa kejadian itu.

Edi Hasibuan meminta kepada sekelompok orang tersebut untuk tidak menyebar fitnah dan menyampaikan informasi yang menyesatkan karena membuat bingungmasyarakat.

Sebaliknya, Edi mengajak masyarakat agar menyamakan pandangan bahwa teror adalah musuh negara dan musuh masyarakat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!