Muhammadiyah Dukung Pendidikan Pancasila Diajarkan Sejak Usia Dini
Selasa, 06 April 2021 - 09:45 WIB
Dia berharap tidak ada lagi paham-paham menyimpang yang mempersoalkan agama dengan negara. Persenyawaan nilai nilai keagamaan dan kebangsaan telah lama terjadi dalam proses terbentuknya bangsa dan negara Indonesia. "Gerakan kebangsaan tidak bisa dipertentangkan dengan gerakan keagamaan, gerakan keagamaan harus dipersenyawakan dengan gerakan kebangsaan," katanya.
Wakil Kepala Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono menyebut Muhammadiyah merupakan organisasi besar yang sejak awal berdirinya sangat peduli dengan pendidikan untuk membentuk karakter kebangsaan dan keagamaan, khususnya untuk meninggalkan mentalitas inlander.
Lembaga Pendidikam Muhammadiyah secara formal, bahkan terbanyak di antara organisasi atau yayasan lainnya di Indonesia. "Kasman Singodimedjo adalah ketua PETA, tokoh Muhammadiyah ini sangat Pancasilais dan Nasionalis yang melarang anak muda melakukan kekerasan terhadap bung Karno dan bung Hatta tgl 16 Agustus 1945", ucapnya.Baca juga: Demi Tumbuh Kembang Anak, Pemprov DKI Siap Laksanakan Program Wajib PAUD
Di samping itu, lanjut dia, Ahmad Dahlan telah mengajarkan kebinekaan sejak awal, bahkan sekolah-sekolah, rumah sakit Muhammadiyah waktu itu banyak yang merekrut Guru dan pegawai non-muslim. Melalui Islam berkemajuan, nilai-nilai kehidupan yang inklusif dikembangkan dan diperjuangkan. "Negara kalau ingin maju harus ada perubahan dan berkemajuan. Ini adalah tekad kita," ujarnya.
BPIP mengajak Muhammadiyah untuk terus bersama sama menggali dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila secara konsisten. "Pancasila sebagai alat pemersatu bisa mempertemukan semua elemen bangsa untuk membangun bangsa yang maju melalui Islam berkemajuan," ujarnya.
Wakil Kepala Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono menyebut Muhammadiyah merupakan organisasi besar yang sejak awal berdirinya sangat peduli dengan pendidikan untuk membentuk karakter kebangsaan dan keagamaan, khususnya untuk meninggalkan mentalitas inlander.
Lembaga Pendidikam Muhammadiyah secara formal, bahkan terbanyak di antara organisasi atau yayasan lainnya di Indonesia. "Kasman Singodimedjo adalah ketua PETA, tokoh Muhammadiyah ini sangat Pancasilais dan Nasionalis yang melarang anak muda melakukan kekerasan terhadap bung Karno dan bung Hatta tgl 16 Agustus 1945", ucapnya.Baca juga: Demi Tumbuh Kembang Anak, Pemprov DKI Siap Laksanakan Program Wajib PAUD
Di samping itu, lanjut dia, Ahmad Dahlan telah mengajarkan kebinekaan sejak awal, bahkan sekolah-sekolah, rumah sakit Muhammadiyah waktu itu banyak yang merekrut Guru dan pegawai non-muslim. Melalui Islam berkemajuan, nilai-nilai kehidupan yang inklusif dikembangkan dan diperjuangkan. "Negara kalau ingin maju harus ada perubahan dan berkemajuan. Ini adalah tekad kita," ujarnya.
BPIP mengajak Muhammadiyah untuk terus bersama sama menggali dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila secara konsisten. "Pancasila sebagai alat pemersatu bisa mempertemukan semua elemen bangsa untuk membangun bangsa yang maju melalui Islam berkemajuan," ujarnya.
Lihat Juga :