Pengamat Nilai Wajar jika Ada Kader Parpol yang Berseberangan
Minggu, 04 April 2021 - 19:29 WIB
Selain itu dia juga menegaskan, bahwa tuduhan keterlibatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pemerintah dalam kisruh Partai Demokrat yang dilontarkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak terbukti.
"Sebuah bentuk penegasan, bahwa sejak awal Presiden Jokowi dan pemerintah netral, tidak punya kepentingan dan tidak terlibat sama sekali kisruh di internal Partai Demokrat," jelasnya.
"Tuduhan dan fitnah keji ke Presiden Jokowi dan Pemerintah jelas suatu bentuk permainan politik jahat dan licik. Wajah innocent, yang akhirnya bilang terima kasih ke Presiden Jokowi," lanjut Bagas.
Baca juga: Fakta-fakta Konflik Demokrat: Dari Isu Kudeta, Pemecatan hingga Sikap Menkumham
Bagas melihat, alasan kader Partai Demokrat menggelar KLB karena ada upaya sistematis, sistemik dan represif membangun politik tirani di internal Partai Demokrat demi langgengnya hegemoni suatu politik dinasti. Baginya, orang yang berfikir membangun politik dinasti adalah orang yang perilaku politiknya selalu mencederai nilai- nilai demokrasi.
"Sebuah bentuk penegasan, bahwa sejak awal Presiden Jokowi dan pemerintah netral, tidak punya kepentingan dan tidak terlibat sama sekali kisruh di internal Partai Demokrat," jelasnya.
"Tuduhan dan fitnah keji ke Presiden Jokowi dan Pemerintah jelas suatu bentuk permainan politik jahat dan licik. Wajah innocent, yang akhirnya bilang terima kasih ke Presiden Jokowi," lanjut Bagas.
Baca juga: Fakta-fakta Konflik Demokrat: Dari Isu Kudeta, Pemecatan hingga Sikap Menkumham
Bagas melihat, alasan kader Partai Demokrat menggelar KLB karena ada upaya sistematis, sistemik dan represif membangun politik tirani di internal Partai Demokrat demi langgengnya hegemoni suatu politik dinasti. Baginya, orang yang berfikir membangun politik dinasti adalah orang yang perilaku politiknya selalu mencederai nilai- nilai demokrasi.
Lihat Juga :