Dua Teror Terjadi, Kemkominfo: Hati-hati Bermedsos
Rabu, 31 Maret 2021 - 22:13 WIB
Kemkominfo meminta masyarakat berhati-hati dalam bermedsos untuk mencegah penyebaran paham radikal. Foto/ilustrasi.SINDOnews
JAKARTA - Aksi bom bunuh diri di Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3/2021) dan upaya penyerangan di Mabes Polri hari ini menuai kecaman dari berbagai pihak. Keduanya peristiwa ini dinilai menunjukkan mudahnya pengaruh pemikiran atau ideologi kekerasan masuk ke dalam masyarakat, khususnya usia milenial.
Karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kemkominfo ) meminta masyarakat untuk berhati-hati dengan ideologi-idelologi radikal, intoleran yang berujung pada tindakan teror.
Direktur Politik Hukum dan Keamanan Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo, Bambang Gunawan mengaku terus melakukan sosialiasi mengenai bahaya radikalisme. Ini merupakan bagian dari upaya pencegahan yang menjadi bagian fungsi Kemenkominfo selain penindakan terhadap konten yang menyebarkan paham radikalisme.
Baca juga: Sebelum Beraksi, Pelaku Penyerangan Mabes Polri Tinggalkan Surat Wasiat dan Pamit ke Keluarga
"Kominfo melakukan pencegahan dengan cara cara menumbuhkan kesadaran di tengah masyarakat. Kominfo melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak terlibat dalam radikalisme dan intoleransi yang berujung pada terorisme,” ujarnya di Jakarta, Senin (30/3/2021).
Bambang pun meminta masyarakat untuk tidak menyebarluaskan konten terkait aksi teror. Sebab menyebarkannya sama dengan membantu aksi teror tersebut.
Karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kemkominfo ) meminta masyarakat untuk berhati-hati dengan ideologi-idelologi radikal, intoleran yang berujung pada tindakan teror.
Direktur Politik Hukum dan Keamanan Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo, Bambang Gunawan mengaku terus melakukan sosialiasi mengenai bahaya radikalisme. Ini merupakan bagian dari upaya pencegahan yang menjadi bagian fungsi Kemenkominfo selain penindakan terhadap konten yang menyebarkan paham radikalisme.
Baca juga: Sebelum Beraksi, Pelaku Penyerangan Mabes Polri Tinggalkan Surat Wasiat dan Pamit ke Keluarga
"Kominfo melakukan pencegahan dengan cara cara menumbuhkan kesadaran di tengah masyarakat. Kominfo melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak terlibat dalam radikalisme dan intoleransi yang berujung pada terorisme,” ujarnya di Jakarta, Senin (30/3/2021).
Bambang pun meminta masyarakat untuk tidak menyebarluaskan konten terkait aksi teror. Sebab menyebarkannya sama dengan membantu aksi teror tersebut.
Lihat Juga :