Harus Kritis, Milenial Jangan Terhasut Kelompok Radikal
Rabu, 31 Maret 2021 - 09:54 WIB
Nuning berpesan kepada milenial agar bijak memilih pergaulan dan menghindari kelompok garis keras. Sedangkan penegak hukum harus bisa membaca penetrasi ideologi yang dinormalisasikan sehingga menciptakan enabling environment bagi kelompok teroris untuk melakukan rekrutmen, kaderisasi, dan mendapatkan dukungan dana dan politik.
"Hati-hati saat ini proses enabling environtment marak, sehingga yang tidak wajar terasa wajar atau normal," katanya.
Dia mengatakan rekrutmen selain dilakukan tertutup, tapi ada ruang-ruang publik yang dipakai dalam proses penjaringan. Ruang-ruang publik yang dimaksud seperti sekolah, kampus, dan media sosial.
"Memang pemerintah sudah punya aturan, tapi butuh peran serta masyarakat untuk membantu pengentasan masalah terorisme. Dan ini baik jika milenial dilibatkan," papar Nuning.
Psikolog Nirmala Ika Kusumaningrum pun menilai generasi milenial perlu kritis. "Berpikir kritis akan membantu anak-anak muda bisa terhindar atau minimal akan mempertanyakan aliran-aliran yang radikal," ujar Psikolog Nirmala Ika Kusumaningrum secara terpisah.
"Hati-hati saat ini proses enabling environtment marak, sehingga yang tidak wajar terasa wajar atau normal," katanya.
Dia mengatakan rekrutmen selain dilakukan tertutup, tapi ada ruang-ruang publik yang dipakai dalam proses penjaringan. Ruang-ruang publik yang dimaksud seperti sekolah, kampus, dan media sosial.
"Memang pemerintah sudah punya aturan, tapi butuh peran serta masyarakat untuk membantu pengentasan masalah terorisme. Dan ini baik jika milenial dilibatkan," papar Nuning.
Psikolog Nirmala Ika Kusumaningrum pun menilai generasi milenial perlu kritis. "Berpikir kritis akan membantu anak-anak muda bisa terhindar atau minimal akan mempertanyakan aliran-aliran yang radikal," ujar Psikolog Nirmala Ika Kusumaningrum secara terpisah.
Lihat Juga :