Temui Ketum PBNU, Gus Abe: PMII Siap Perjuangkan Islam Moderat dan Aswaja di Kampus
Senin, 29 Maret 2021 - 20:49 WIB
Indikator untuk mengukur kemajuan organisasi bergantung pada bagaimana sistem kaderisasi dijalankan. Jika sistem pengkaderan berhasil indikasinya akan melahirkan orang-orang yang bukan hanya militan, namun juga berkompeten dalam hal kepemimpinan. Menurut Gus Abe, para kader PMII harus berorientasi pada karya dan produk, setiap tindak tanduk kader perlu diarahkan untuk menghasilkan output yang nantinya bisa ditiru oleh generasi selanjutnya. Meskipun demikian, Gus Abe mengakui kebutuhan kader di setiap daerah berbeda-beda. Karena itu, ia akan merancang sebuah klasterisasi. Sebab antara cabang di kota-kota besar dengan di daerah itu berbeda karakteristiknya.
Untuk mempertemukan benang merah persoalan itu, diperlukan ilmu pengetahuan. Inilah yang dapat menyatukan kader-kader PMII di seluruh Indonesia, karena memiliki basis di perguruan tinggi. Dia berharap kader PMII memiliki banyak produk dari berbagai latar belakang ilmu pengetahuan yang dikuasai. Hal tersebut yang bisa menjadikan para kader percaya diri dan tidak takut untuk melangkah lebih maju. “Kalau kita takut untuk melangkah, kapan kita bisa maju? Kita perlu lompatan-lompatan besar. Secara substantif, saya akan membuat konferensi ilmiah sebagai salah satu wadah untuk memamerkan karya sahabat-sahabat,” ucapnya.
Gus Abe menambahkan PMII merupakan organisasi kemahasiswaan yang dibentuk untuk memasok intelektual-intelektual muda di Nahdlatul Ulama. Artinya, PMII dan NU adalah dua kekuatan yang saling berkaitan guna menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Insya Allah kami dan seluruh kader PMII siap berkolaborasi dengan NU untuk menjaga dan memperjuangkan ajaran Ahlusunnah wal Jama'ah an-Nahdliyyah yang rahmatan lil'alamin dan memperkuat profesionalitas kader-kader muda NU,” ujarnya.
Untuk mempertemukan benang merah persoalan itu, diperlukan ilmu pengetahuan. Inilah yang dapat menyatukan kader-kader PMII di seluruh Indonesia, karena memiliki basis di perguruan tinggi. Dia berharap kader PMII memiliki banyak produk dari berbagai latar belakang ilmu pengetahuan yang dikuasai. Hal tersebut yang bisa menjadikan para kader percaya diri dan tidak takut untuk melangkah lebih maju. “Kalau kita takut untuk melangkah, kapan kita bisa maju? Kita perlu lompatan-lompatan besar. Secara substantif, saya akan membuat konferensi ilmiah sebagai salah satu wadah untuk memamerkan karya sahabat-sahabat,” ucapnya.
Gus Abe menambahkan PMII merupakan organisasi kemahasiswaan yang dibentuk untuk memasok intelektual-intelektual muda di Nahdlatul Ulama. Artinya, PMII dan NU adalah dua kekuatan yang saling berkaitan guna menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Insya Allah kami dan seluruh kader PMII siap berkolaborasi dengan NU untuk menjaga dan memperjuangkan ajaran Ahlusunnah wal Jama'ah an-Nahdliyyah yang rahmatan lil'alamin dan memperkuat profesionalitas kader-kader muda NU,” ujarnya.
(cip)
Lihat Juga :