Aksi Heroik Mantan Danjen Kopassus Memburu para Perusuh di Konflik Ambon

Selasa, 23 Maret 2021 - 07:25 WIB
Para perusuh langsung menguji nyali aparat gabungan yang baru tiba dari Jakarta dengan serangan sporadis. Tembakan sporadis dan serangan bom rakitan silih berganti menghantam pos-pos aparat untuk memancing kerusuhan antar warga. “Kami terkejut karena mendengar jenis letusan senjata yang digunakan sangat bervariasi. Peluru ukuran 9mm, 5,56mm, rentetan senapan mesin 7,62mm dan mortar terdengar bersautan. Belum lagi serangan panah, tombak, parang, golok, klewang hingga letupan letupan bom molotov. Perusuh juga menggunakan alat polontar bom yang bias menjangkau jarak 250 meter,” kata Nyoman.

Tim Kosektor-1 segera menganalisa situasi untuk dapat meredakan konflik secepat mungkin berbekal pengalaman tugas di Timor Timur, Aceh dan Papua. Malam hari tanggal 19 Januari 2001 saat tim berpatroli menggunakan panser tua Saraccen dan Saladin di dekat pos keamanan Hotel Aman, tiba-tiba serangan bom dan tembakan muncul kembali. Melalui komunikasi HT diketahui posisi musuh berada disekitar Hotel Wijaya II. Beberapa pos aparat yang diserang segera mendapat bantuan pada saat bersamaan.



Naluri seorang Prajurit Kopassus mendorong Nyoman untuk menganalisa cepat situasi lapangan. Sepuluh prajurit diperintahkan untuk naik ke gedung - gedung untuk memantau asal pancaran senjata api di tengah kegelapan. Setelah posisi diketahui, perintah serangan diberikan dan tembakan gencar aparat selama 5 menit menghantam posisi perusuh berhasil membungkam mereka untuk smementara waktu. Tiba - tiba disaluran HT terdengar makian perusuh, “ Arjuna-2, Arjuna-2, anjing, babi kamu!!”

Rupanya saluran komunikasi TNI - Polri telah disadap oleh perusuh. (Arjuna-2 : Panggilan sandi Nyoman Cantasiana sebagai Kepala Seksi Operasi Kosektor-1) Situasi kemudian mereda selama dua hari yang ternyata digunakan perusuh untuk menggalang kekuatan kembali. Menjelang malam 21 januari 2001, mereka menyerang lagi pos - pos dari berbagai arah. Dari hasil observasi para perusuh menempati gedung - gedung kosong yang telah rusak dikoyak kerusuhan.

Aparat setempat yang pada umumnya lebih mengedepankan kegiatan pembinaan warga, belum menguasai teknik perang kota. Tetapi, rapat tetap segera digelar Kosektor-1 dengan aparat setempat untuk menyerang perusuh di gedung - gedung kosong. Tanggal 22 Januari 2001, pukul 02.00 dini hari Nyoman Cantiasa segera menghadap Panglima Kodam XVI Pattimura Mayor Jenderal M. Yasa untuk melaporkan perkembangan situasi terakhir karena perusuh semakin berani dan brutal. Ketika itu Kodam sedang mendapat bantuan Batalyon Gabungan (Yon Gab) Kopassus - Paskhas - Marinir di bawah pimpinan perwira Kopassus Mayor Ricky Samuel. Kosektor-1 segera mendapat bantuan satu kompi Yon Gab dengan unsur utama Kopassus dibantu Paskhas dan Marinir. Sasaran utama Hotel Wijaya II yang menjadi sarang perusuh dan sniper. Batalyon Pemukul Sektor juga diperbantukan untuk mengamankan lingkaran luar hotel yang akan diserbu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!