BNPB Gelontorkan Dana Rp114 M Percepat Rehab Pascatsunami Selat Sunda
Sabtu, 20 Maret 2021 - 13:41 WIB
Hal yang sama juga telah selesai dilaksanakan di Kabupaten Tulang Bawang Barat dengan total anggaran senilai kurang lebih Rp14 miliar untuk pembangunan jalan sebanyak dua paket. Sedangkan untuk Kabupaten Lampung Tengah masih dalam proses dengan total anggaran kurang lebih Rp10 miliar pada TA 2020.
Menurut Rifai, program yang telah selesai dilaksanakan dari sektor tertentu pada segmen kedua sudah sesuai dengan target yang diputuskan di awal. “Khusus untuk pembangunan sektor tertentu dengan hasil 100% ini adalah sesuai dengan waktu,” jelas Rifai.
Sedangkan bagi wilayah yang masih dalam proses seperti di Kabupaten Lampung Selatan, pihak pemkab telah meminta percepatan hingga Juni 2021. Dalam hal ini, Rifai telah meminta kepada Kementerian Keuangan, (Kemenkeu) melalui Dirrektorat Jenderal Perimbangan Keuangan agar ada penambahan waktu, sehingga pengerjaan dapat diselesaikan hinnga sebelum waktu yang diminta. “Khusus untuk Lampung Selatan, proses 57% ini pihak pemkab menginginkan adanya percepatan sampai dengan bulan Juni. Ini sudah kita sampaikan ke Kementerian Keuangan untuk minta penambahan waktu,” jelasnya.
Terakhir, Rifai berharap kepada pemerintah daerah yang masih dalam proses rehab-rekon tersebut dapat memberikan atensi dan segera mengambil tindakan sesegera mungkin. Terkait adanya kekurangan dan kendala, BNPB juga meminta agar kepala daerah segera melapor untuk kemudian dapat diambil langkah strategis, sehingga warga yang terdampak
Tsunami Selat Sunda 2018 khususnya yang melanda di wilayah Lampung dapat merasakan dampak positif dari hadirnya pemerintah bagi masyarakat. “Kiranya masyarakat yang terdampak (tsunami) dapat langsung menghuni rumah ini. Mudah-mudahan kepala daerah yang terdampak tadi dapat memberikan atensi lebih dalam rangka percepatannya” pungkas Rifai.
Menurut Rifai, program yang telah selesai dilaksanakan dari sektor tertentu pada segmen kedua sudah sesuai dengan target yang diputuskan di awal. “Khusus untuk pembangunan sektor tertentu dengan hasil 100% ini adalah sesuai dengan waktu,” jelas Rifai.
Sedangkan bagi wilayah yang masih dalam proses seperti di Kabupaten Lampung Selatan, pihak pemkab telah meminta percepatan hingga Juni 2021. Dalam hal ini, Rifai telah meminta kepada Kementerian Keuangan, (Kemenkeu) melalui Dirrektorat Jenderal Perimbangan Keuangan agar ada penambahan waktu, sehingga pengerjaan dapat diselesaikan hinnga sebelum waktu yang diminta. “Khusus untuk Lampung Selatan, proses 57% ini pihak pemkab menginginkan adanya percepatan sampai dengan bulan Juni. Ini sudah kita sampaikan ke Kementerian Keuangan untuk minta penambahan waktu,” jelasnya.
Terakhir, Rifai berharap kepada pemerintah daerah yang masih dalam proses rehab-rekon tersebut dapat memberikan atensi dan segera mengambil tindakan sesegera mungkin. Terkait adanya kekurangan dan kendala, BNPB juga meminta agar kepala daerah segera melapor untuk kemudian dapat diambil langkah strategis, sehingga warga yang terdampak
Tsunami Selat Sunda 2018 khususnya yang melanda di wilayah Lampung dapat merasakan dampak positif dari hadirnya pemerintah bagi masyarakat. “Kiranya masyarakat yang terdampak (tsunami) dapat langsung menghuni rumah ini. Mudah-mudahan kepala daerah yang terdampak tadi dapat memberikan atensi lebih dalam rangka percepatannya” pungkas Rifai.
(cip)
Lihat Juga :