Ketum PKPI Merasa Punya Kecocokan dengan Ridwan Kamil, Sinyal Dukungan 2024?
Jum'at, 19 Maret 2021 - 20:03 WIB
etua Umum DPN Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Diaz Hendropiyono menyambangi Rumah Dinas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, pada Rabu 17 Maret 2021 malam. Tangkapan layar @diaz.hendropriyono
JAKARTA - Ketua Umum DPN Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia ( PKPI ), Diaz Hendropriyono melakukan kunjungan balasan ke Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil . Diaz diterima pria yang akrab disapa Kang Emil itu di Rumah Dinas Gubernur pada Rabu 17 Maret 2021 kemarin.
"Selain untuk memenuhi undangan Kang Emil, saya juga bersama Hamish Daud untuk berdiskusi panjang lebar mengenai pengelolaan sampah dan lingkungan hidup, khususnya di Jawa Barat," ujar Diaz menanggapi pertanyaan tentang agendannya bertemu Kang Emil, Jumat (19/3/2021). Baca juga: Ridwan Kamil Terima Kunjungan Ketum PKPI dan Suami Raisa, Bahas Apa Ya?
Kunjungan Diaz itu diketahui merupakan kunjungan balasan karena sebelumnya, Kang Emil pun telah berkunjung ke kediaman Diaz di Jakarta untuk berdiskusi dalam podcast YouTube "The Masbos Podcast".
Ketika disinggung bahwa maksud kunjungan Diaz ke Bandung berkaitan dengan sikap PKPI yang 'kesengsem' dengan sosok Kang Emil untuk diusung di Pilpres 2024, pria yang menjabat Staf Khusus Presiden itu memilih diplomatis.
"Selain untuk memenuhi undangan Kang Emil, saya juga bersama Hamish Daud untuk berdiskusi panjang lebar mengenai pengelolaan sampah dan lingkungan hidup, khususnya di Jawa Barat," ujar Diaz menanggapi pertanyaan tentang agendannya bertemu Kang Emil, Jumat (19/3/2021). Baca juga: Ridwan Kamil Terima Kunjungan Ketum PKPI dan Suami Raisa, Bahas Apa Ya?
Kunjungan Diaz itu diketahui merupakan kunjungan balasan karena sebelumnya, Kang Emil pun telah berkunjung ke kediaman Diaz di Jakarta untuk berdiskusi dalam podcast YouTube "The Masbos Podcast".
Ketika disinggung bahwa maksud kunjungan Diaz ke Bandung berkaitan dengan sikap PKPI yang 'kesengsem' dengan sosok Kang Emil untuk diusung di Pilpres 2024, pria yang menjabat Staf Khusus Presiden itu memilih diplomatis.
Lihat Juga :