Mutasi N439K, Kemenkes: Bukan Rekomendasi WHO untuk Jadi Perhatian Khusus

Sabtu, 13 Maret 2021 - 21:31 WIB
“Kemudian yang lain adalah yang dari Afrika (B1351). Kita tahu bahwa yang Afrika merupakan salah satu yang kita lakukan monitoringnya. Dan yang terakhir adalah varian dari Brazil (P1) ya. Jadi ketiga ini yang merupakan yang sering kita lakukan pengamatan,” sambung Nadia.

Nadia mengatakan bahwa sebenarnya mutasi dari COVID-19 cukup banyak, namun saat ini yang perlu diwaspadai adalah 3 mutasi ini. “Karena sebenarnya mutasi banyak sekali mutasi terjadi tapi tiga ini yang secara khusus memang harus sudah dikatakan oleh WHO, untuk kita lakukan terus-menerus monitoringnya.” Baca juga: IDI Sebut 48 Kasus COVID-19 dari Mutasi N439K Terdeteksi di Indonesia

Apalagi, kata Nadia, saat ini varian mutasi B117 sudah menyebar di 70 negara, B1351 menyebar di 20 negara, dan P1 sudah menyebar di 30 negara. “Jadi memang ini tantangan kita ya. Karena varian B117 itu sudah dilaporkan di 70 negara ya. Kalau kemudian B1351 atau sebagai varian dari Afrika itu juga sudah dilaporkan lebih dari 20 negara. Dan varian P1 atau yang kita sebut sebagai varian dari Brazil juga sudah ditemukan ya di lebih dari 30 negara,” tegasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!