Daripada Miras, Partai Gelora Sarankan Pemerintah Kembangkan Industri Herbal
Senin, 01 Maret 2021 - 17:06 WIB
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta meminta pemerintah sebaiknya tidak memfasilitasi investasi minuman keras (Miras). Foto/SINDOnews
JAKARTA - Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta meminta pemerintah sebaiknya tidak memfasilitasi investasi minuman keras (Miras), karena bertentangan dengan norma-norma agama yang dianut oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.
"Seharusnya Indonesia menjadi negara yang memfasilitasi investasi untuk industri herbalnya yang berbahan baku jahe atau Ecalyptus (kayu putih) yang teruji bisa berguna di saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini," kata Anis Matta dalam keterangannya, Senin (1/3/2021). Baca juga: Jimly Asshiddiqie Minta Pemerintah Batalkan Liberalisasi Industri Miras
Anis Matta mengatakan, Indonesia kaya akan tumbuhan herbalnya tersebar di 34 provinsi. "Oleh oleh karena itu sudah seharusnya kita mengembangkan industri herbal menjadi industri global yang dibutuhkan dunia untuk menyembuhkan Covid-19," katanya. Baca juga: PBNU Konsisten Menolak Pembebasan Investasi Miras
Dia pun berharap pemerintah bijak dan konsisten dengan pemulihan kesehatan masyarakat, bukan sebaliknya memberikan izin investasi Miras. Sebab, Miras dianggap justru akan melemahkan imunitas bagi peminumnya, sehingga rentan terpapar Covid-19. "Di tengah situasi pandemi Covid-19 belum selesai, seharusnya pemerintah mendukung kampanye hidup sehat yang mampu meningkatkan imunitas tubuh masyarakat Indonesia. Minuman keras menjadi hal yang mampu melemahkan imunitas bagi peminumnya," kata Anis Matta.
"Seharusnya Indonesia menjadi negara yang memfasilitasi investasi untuk industri herbalnya yang berbahan baku jahe atau Ecalyptus (kayu putih) yang teruji bisa berguna di saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini," kata Anis Matta dalam keterangannya, Senin (1/3/2021). Baca juga: Jimly Asshiddiqie Minta Pemerintah Batalkan Liberalisasi Industri Miras
Anis Matta mengatakan, Indonesia kaya akan tumbuhan herbalnya tersebar di 34 provinsi. "Oleh oleh karena itu sudah seharusnya kita mengembangkan industri herbal menjadi industri global yang dibutuhkan dunia untuk menyembuhkan Covid-19," katanya. Baca juga: PBNU Konsisten Menolak Pembebasan Investasi Miras
Dia pun berharap pemerintah bijak dan konsisten dengan pemulihan kesehatan masyarakat, bukan sebaliknya memberikan izin investasi Miras. Sebab, Miras dianggap justru akan melemahkan imunitas bagi peminumnya, sehingga rentan terpapar Covid-19. "Di tengah situasi pandemi Covid-19 belum selesai, seharusnya pemerintah mendukung kampanye hidup sehat yang mampu meningkatkan imunitas tubuh masyarakat Indonesia. Minuman keras menjadi hal yang mampu melemahkan imunitas bagi peminumnya," kata Anis Matta.
Lihat Juga :