PDIP-Demokrat Menghangat, Andi Arief Minta Hasto Tak Benturkan Mega dengan SBY

Kamis, 18 Februari 2021 - 12:27 WIB
Politikus Partai Demokrat, Andi Arief. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Politikus Partai Demokrat, Andi Arief meminta Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto tidak membenturkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Megawati Soekarnoputri.

Dia menilai kedua mantan presiden tersebut, yakni SBY dan Megawati adalah panutan bersama yang pernah berjasa terhadap negara.



Hal tersebut disampaikan Andi Arief melalui akun Twitternya menanggapi pernyataan Hasto menyikapiucapanmantan Sekjen Partai Demokrat Marzuki Alie yang mengungkap ucapan SBY tentang Megawati."Sebaiknya Sekjen PDIP Hasto Kristianto jangan membentur-benturkan mantan Presiden Ibu Mega dan Pak SBY. Biarlah mereka berdua menjadi panutan bersama, sebagai yang pernah berjasa buat sejarah politik kita. Kader Partai Demokrat sejak lama didoktrin untuk tidak mem-bully mantan Presiden," cuit Andi Ariefmelalui akun Twitternya, @Andiarief_, Rabu 17 Februari 2021.Baca juga: Soal Megawati Kecolongan 2 Kali, Sekjen PDIP: Pak SBY Memang

Seperti diberitakan sebelumnya, Marzuki Alie mengungkapkan SBY pernah mengatakan kepadanya bahwa Megawati kecolongan dua kali saat Pilpres 2024. Ketika itu Megawati berpasangan dengan Hasyim Muzadi, yang dikalahkan oleh SBY bersama Jusuf Kalla. “Pak SBY nyampaikan, ‘Pak Marzuki, saya akan berpasangan dengan Pak JK. Ini Bu Mega akan kecolongan dua kali ini. Kecolongan pertama dia yang pindah. Kecolongan kedua dia ambil Pak JK. Itu kalimatnya,” tutur Marzuki saat berbincang dengan Akbar Faizal dalam kanal Youtube Akbar Faizal Uncencored, Kamis 11 Februari 2021.Baca juga: Kepada Marzuki Alie, SBY Bilang Megawati Dua Kali Kecolongan

Pernyataan Marzuki memancing perhatian Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang mempertanyakan moralitas SBY. Menurut dia, sejak lama SBY sudah memiliki disain pencitraan.

"Dalam politik kami diajarkan moralitas politik yaitu satunya kata dan perbuatan. Apa yang disampaikan oleh Marzuki Ali tersebut menjadi bukti bagaimana hukum moralitas sederhana dalam politik itu tidak terpenuhi dalam sosok Pak SBY. Terbukti bahwa sejak awal Pak SBY memang memiliki desain pencitraan tersendiri termasuk istilah 'kecolongan dua kali' sebagai cermin moralitas tersebut," tutur Hasto, Rabu 17 Februari 2021.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!