Gembong Primadjaja: IA ITB Mestinya Banyak Mendiskusikan Sains dan Teknologi, Bukan Politik

Selasa, 16 Februari 2021 - 03:00 WIB
Calon Ketua Umum Ikatan Alumni ITB (IA ITB) Gembong Primadjaja turut menyoroti masalah pluralisme dan radikalisme di Indonesia. Foto: Ist
JAKARTA - Calon Ketua Umum Ikatan Alumni ITB (IA ITB) Gembong Primadjaja turut menyoroti masalah pluralisme dan radikalisme di Indonesia. Gembong menilai pluralisme sudah menjadi sebuah keniscayaan di alam demokrasi dan menjadi bagian dari kebangsaan Indonesia.

Pluralisme di Indonesia berhasil dibingkai ke dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika dan sudah membuktikan mampu membawa Indonesia menjadi negara yang demokratis dan beradab.



Baca juga: GAR ITB Jangan Rusak Jalan Moderasi yang Dibangun Jokowi

“Dengan menjunjung tinggi prinsip pluralisme, saya meyakini rasanya tak mungkin radikalisme bisa hidup dengan nyaman di Indonesia,” kata Gembong, Senin (15/2/2021).

Gembong menjabarkan, pemahaman kata radikal lebih kepada hal yang positif. Ia mencontohkan, dirinya juga radikal dalam mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Begitu pula dengan proses pembelajaran di ITB, yang menurut Gembong juga radikal dalam mendidik para mahasiswa agar kelak bisa berperan bagi kemajuan bangsa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!