Rayakan Imlek, Sekjen PDIP: Kami Dididik Perhatikan Semua Warga Negara Tanpa Perbedaan
Jum'at, 12 Februari 2021 - 18:59 WIB
Soal acara Imlekan Bareng Banteng itu sendiri, Hasto mengatakan ini wujud PDIP sebagai rumah kebangsaan dari semua warga negara. Dan perayaan Imlek adalah wujud nyata keseriusan PDIP merawat kebhinekaan. "Ya inilah PDI Perjuangan sebagai rumah kebangsaan Indonesia raya, kami selalu diajarkan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri bagaimana kita harus selalu mengggelorakan semangat kebangsaan semangat Indonesia untuk semua. Karena itulah imlek, kita bisa melihat bagaimana Indonesia dibangun oleh semuanya dengan cara gotong royong termasuk juga kelompok Tionghoa," kata Hasto yang berbincang di acara itu bersama Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Hamka Haq.
Lebih lanjut, bagi Hasto, kebudayaan membentuk jati diri Indonesia sebagai bangsa. Beragam suku agama telah membentuk identitas nasional. Dicontohkan Hasto, pebulutangkis Rudi Hartono yang berdarah Tionghoa telah menjadi idolanya sejak kecil. Hasto meyakini semangat Rudi saat itu adalah bagaimana Merah Putih berkibar, tak ada bicara soal warna kulitnya atau genetik dirinya.
Hal itu pulalah yang menjadi landasan PDIP dalam politik. Untuk Pilkada hingga pemilihan legislatif, yang dilihat adalah kualitas kepemimpinan, ideologi Pancasila, leadership, manajemen, hingga kemampuan mengatasi masalah. "Kalau tadi kita lihat ada Pak Rudianto Tjen, ada Pak Darmadi, ada Pak Charles Honoris, semuanya bergabung karena satu identitas sebagai satu warga negara Indonesia. Bukan asalnya dari mana, itu prinsip PDI Perjuangan," tegas Hasto.
Lebih lanjut, bagi Hasto, kebudayaan membentuk jati diri Indonesia sebagai bangsa. Beragam suku agama telah membentuk identitas nasional. Dicontohkan Hasto, pebulutangkis Rudi Hartono yang berdarah Tionghoa telah menjadi idolanya sejak kecil. Hasto meyakini semangat Rudi saat itu adalah bagaimana Merah Putih berkibar, tak ada bicara soal warna kulitnya atau genetik dirinya.
Hal itu pulalah yang menjadi landasan PDIP dalam politik. Untuk Pilkada hingga pemilihan legislatif, yang dilihat adalah kualitas kepemimpinan, ideologi Pancasila, leadership, manajemen, hingga kemampuan mengatasi masalah. "Kalau tadi kita lihat ada Pak Rudianto Tjen, ada Pak Darmadi, ada Pak Charles Honoris, semuanya bergabung karena satu identitas sebagai satu warga negara Indonesia. Bukan asalnya dari mana, itu prinsip PDI Perjuangan," tegas Hasto.
(cip)
Lihat Juga :