Antisipasi Penyebaran COVID-19 di Libur Panjang Imlek, Ini Pesan Pakar Kesehatan

Jum'at, 12 Februari 2021 - 09:02 WIB
Pakar Kesehatan Masyarakat, Prof Hasbullah Thabrany menilai libur panjang selalu diikuti dengan kenaikan kasus positif COVID-19. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Pakar Kesehatan Masyarakat, Prof Hasbullah Thabrany menilai libur panjang selalu diikuti dengan kenaikan kasus positif COVID-19 . Hal tersebut berkaca pada liburan panjang sebelumnya saat momen Hari Raya Lebaran, 17 Agustus, dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.

Dia berpendapat kenaikan kasus positif COVID-19 itu disebabkan terjadinya kerumunan atau adanya interaksi antarorang semakin banyak dalam jarak dekat. "Sederhana saja yang dimungkinkan ketika orang libur berkumpul baik itu karena rekreasi selama liburan panjang atau karena urusan kegiatan seperti ada kawinan atau rapat atau perjalanan, sama saja," ujar Hasbullah Thabrany kepada SINDOnews, Jumat (12/2/2021). Baca juga: Libur Panjang Imlek, Legislator PDIP: Liburan ke Luar Kota Ditunda Dulu



Adapun libur panjang akhir pekan kali ini berbarengan dengan hari Raya Imlek yang jatuh pada hari ini. "Nah oleh karenanya kalau dalam liburan Imlek mulai hari ini terjadi lagi pergerakan kerumuman, akan naik lagi (kasus COVID-19, red), itu sudah biasa, tampaknya saya duga akan terjadi juga," ucapnya.

Sementara itu, kata dia, vaksinasi virus COVID-19 belum cukup memadai. "Baru sangat sedikit, baru tenaga kesehatan. Jadi estimasi saya akan ada kenaikan (Kasus COVID-19, red). Mungkin tidak sebanyak libur akhir tahun atau libur waktu ada pilkada yang barengan dulu itu," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!