Hari Buku Nasional, Pengamat: Nasib Buku dari Dulu Sampai Sekarang Apes
Minggu, 17 Mei 2020 - 16:38 WIB
“Jadi, riset Kemendikbud itu lebih pada akses dulu. Jadi kalau aksesnya aja nggak ada bagaimana mau literate. Nah, itu belum berbicara kualitas loh ya. Apakah kalau akses sudah tersedia mau dimanfaatkan sungguh-sungguh. Misalnya provinsi DKI yang sudah tersedia perpustakaannya, apakah sungguh-sungguh ke sana? Nah riset itu tidak membahas itu. Tapi beradasarkan kriteria lama sekolah, buku, ketersediaan perpustakaan, bagaimana rumah tangga menginvestasikan membeli buku-buku sangat rendah. Itu yang di masyarakat,” tambahnya.
Sementara, sambung dia, tes paling valid untuk Pendidikan itu PISA. Pada PISA 2018, kemampuan reading literasi anak Indonesia skornya 371. Skor ini sama dengan skor Indonesia 20 tahun lalu atau 2003 saat Indonesia pertama kali ikut tes PISA. Jadi, Indonesia pernah mencapai skor 395 sekitar 2006-2007. Namun, 10 tahun terakhir berkurang skor literasinya.
“Berarti ada masalah pada pelajaran Bahasa Indonesia terutama masalah juga pengajaran guru-guru kita selama 10 tahun terakhir, kenapa tidak bisa menghasilkan anak-anak yang bisa membaca secara graded. Jadi skor kita untuk literasi kita masih rendah, sementara negara-negara OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) itu nilai rata-rata sekitar 500-an. Kita masih sangat jauh, 371,” tandasnya. kiswondari
Sementara, sambung dia, tes paling valid untuk Pendidikan itu PISA. Pada PISA 2018, kemampuan reading literasi anak Indonesia skornya 371. Skor ini sama dengan skor Indonesia 20 tahun lalu atau 2003 saat Indonesia pertama kali ikut tes PISA. Jadi, Indonesia pernah mencapai skor 395 sekitar 2006-2007. Namun, 10 tahun terakhir berkurang skor literasinya.
“Berarti ada masalah pada pelajaran Bahasa Indonesia terutama masalah juga pengajaran guru-guru kita selama 10 tahun terakhir, kenapa tidak bisa menghasilkan anak-anak yang bisa membaca secara graded. Jadi skor kita untuk literasi kita masih rendah, sementara negara-negara OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) itu nilai rata-rata sekitar 500-an. Kita masih sangat jauh, 371,” tandasnya. kiswondari
(cip)
Lihat Juga :