Survei New Indonesia: Elektabilitas PDIP Anjlok, Dua Partai Ini Malah Naik
Minggu, 07 Februari 2021 - 16:02 WIB
Parpol-parpol lain cenderung stabil atau turun, misalnya Gerindra dan Golkar. Gerindra berada pada posisi dua besar dari 12,5% kemudian 12,3% dan 12,6%, sedangkan Golkar menyusul di tiga besar dari 9,7%, 8,8% dan 9,1%. Lalu ada PKB dari 6,8% kemudian 6,7% kini menjadi 6,4%, Nasdem dari 4,1% menjadi 3,7% dan kini 3,5%. Sedangkan, PPP dari 2,4% turun menjadi 1,9% dan kini menjadi 2,0%. Sementara PAN dari 1,6% turun menjadi 1,3% dan kini 1,0%. “Yang mengejutkan, Partai Ummat yaitu parpol baru besutan Amien Rais dengan elektabilitas 1,1%, atau 0,1%di atas PAN, berhasil menggerus basis suara PAN,” lanjut Andreas.
Baca juga : Lelah Bertahan, Indonesia Akan Pakai Strategi Menyerang Hadapi Kampanye Hitam Sawit
Parpol-parpol lainnya hanya mampu meraih elektabilitas di bawah 1 persen. Di antaranya, Hanura dari 0,3% kemudian 0,2% dan kini 0,2%, dan Partai Berkarya dari 0,3% kemudian turun menjadi 0,1% dan saat ini 0,2%. Parpol baru lain yang mulai mendapatkan dukungan adalah Gelora sebesar 0,1%. Sisanya tidak meraih dukungan, yaitu PBB, PKPI, Garuda, dan parpol baru Masyumi Reborn. Masih ada yang tidak tahu/tidak jawab sebesar 19,6%. Survei New Indonesia Research & Consulting dilakukan pada 20-31 Januari 2021, dengan sambungan telepon kepada 1.200 orang responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error ±2,89 persen, tingkat kepercayaan 95%.
Baca juga : Mengapa Militer Rebut Kekuasan di Myanmar? Ini Pendapat Para Pakar
Baca juga : Lelah Bertahan, Indonesia Akan Pakai Strategi Menyerang Hadapi Kampanye Hitam Sawit
Parpol-parpol lainnya hanya mampu meraih elektabilitas di bawah 1 persen. Di antaranya, Hanura dari 0,3% kemudian 0,2% dan kini 0,2%, dan Partai Berkarya dari 0,3% kemudian turun menjadi 0,1% dan saat ini 0,2%. Parpol baru lain yang mulai mendapatkan dukungan adalah Gelora sebesar 0,1%. Sisanya tidak meraih dukungan, yaitu PBB, PKPI, Garuda, dan parpol baru Masyumi Reborn. Masih ada yang tidak tahu/tidak jawab sebesar 19,6%. Survei New Indonesia Research & Consulting dilakukan pada 20-31 Januari 2021, dengan sambungan telepon kepada 1.200 orang responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error ±2,89 persen, tingkat kepercayaan 95%.
Baca juga : Mengapa Militer Rebut Kekuasan di Myanmar? Ini Pendapat Para Pakar
(cip)
Lihat Juga :