Kalau Tak Balas Surat AHY, Jokowi Terkesan Bekingi Upaya Kudeta

Kamis, 04 Februari 2021 - 14:02 WIB
Ipang menduga, mungkin presiden memiliki dua pandangan dan pertimbagan. Pertama, tidak merespon dengan alasan tidak mau menjadi bising dan tidak mau dilibatkan pada urusan parpol lain. Kedua, membalas agar segera menjadi jelas dan terang, Partai Demokrat pun merasa dihargai karena direspons.

"Kalau nggak direspons, boleh jadi mengkonfirmasi bahwa tuduhan orang istana dan inner circle kekuasaan terlibat dan merestui upaya kudeta terhadap partai demokrat," ujarnya.



Menurut analis politik ini, akan jauh lebih berkelas jika presiden membalas surat tersebut, jangan didiamkan begitu saja. Kalaupun presiden keberatan untuk melakukan konferensi pers, menimal ada hak koreksi dan hak jawab dari istana mengklarifikasi tuduhan dan dugaan keterlibatan istana, bahwa presiden dirugikan karena namanya dicatut dan dibawa-bawa untuk "jualan" politik oknum.

"Ini jelas merugikan nama baik presiden, mencoreng Istana. Harusnya Moeldoko sadar diri mundur demi menjaga nama baik presiden dan istana," cetusnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!