Mengukur Peluang Megawati dan JK di Pilpres 2024

Selasa, 26 Januari 2021 - 07:41 WIB
Dari fakta empirik tersebut, mantan Peneliti LSI Denny JA itu menilai Refly mencoba menggunakan teori probabilitas subyektif bahwa usia lanjut Mega dan JK bukan penghambat. Kemudian, dua tokoh tersebut disebut berpotensi maju kembali menjadi calon presiden. Baca juga: Megawati dan JK Berpeluang Maju Pilpres 2024, Begini Analisanya

"Sayangnya, Refly tidak menjelaskan seberapa besar kemungkinan dua tokoh tersebut maju di pilpres. Refly juga tidak membahas sejauhmana relevansi dimensi sosial politik di Malaysia dan Amerika dengan Indonesia. Tapi terlepas dari itu, soal apakah hipotesa Refly terbukti atau tidak, nanti akan diuji," tutur dia.

Lebih lanjut Karyono menjelaskan jika hanya membahas soal peluang tentu saja Mega dan JK punya peluang maju di Pilpres 2024 karena keduanya masih memiliki kekuatan politik dan pengaruh dalam mengendalikan partai. Dari segi usia juga masih memungkinkan sama seperti Mahatir, Trump dan Biden sebagaimana yang menjadi alasan Refly.

Masalahnya, kata Karyono, alasan usia dan pengaruh politik saja belum cukup untuk membuat kesimpulan dua tokoh akan maju sebagai capres. Masih ada sejumlah variabel yang mesti diperhitungkan, antara lain mempertimbangkan realitas sosial, dinamika politik, akseptabilitas dan elektabilitas yang bisa diukur melalui riset opini publik.

Selain itu, persoalan psikologis juga akan menjadi pertimbangan maju tidaknya Mega dan JK. Keduanya tentu mempertimbangkan suatu kondisi psikologis untuk menjaga marwah dan martabat sebagai tokoh bangsa. Terlebih lagi, terutama Megawati sudah sering memberikan sinyal untuk mendorong generasi muda tampil ke depan untuk memimpin bangsa ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!