Dari La Nina hingga Angin Monsun Asia, Fenomena Alam yang Perlu Diwaspadai
Sabtu, 23 Januari 2021 - 22:04 WIB
Tetapi fenomena ini, kata Rita, memang sudah rutin terjadi, siklusnya antara 30 sampai dengan 60 hari. Jadi ada pengulangan. Selain fenomena MJO, ada juga fenomena yang terkait dengan, gelombang atmosfer yang terjadi di the equator, yaitu kelvin dan rossby, yang juga meningkatkan pasokan air hujan," ujarnya.Baca juga: Tahun 2020 Sesar Lembang Tak Timbulkan Gempa Bumi, Ini Kewaspadaan BMKG
Bahkan menurut dia, dari pengamatan BMKG walaupun curah hujan berada pada tingkat sedang, namun masih berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. "Hal ini tergantung pada daya dukung lingkungan dalam merespon kondisi curah hujan," kata Guswanto.
Misalnya jika terjadi banjir bandang karena adanya sisa-sisa penebangan pohon dibagian hulu, yang dapat menahan air. Jika hujan terus berlangsung, kemudian akan hanyut dan mengakibatkan banjir bandang di bagian hilirnya.
"Demikian pula banjir dan genangan, selain akibat curah hujan tinggi juga dapat diakibatkan kondisi permukaan yang tidak mendukung air mengalir dengan cepat atau normal ke saluran-saluran yang semestinya," katanya.
Dia mengatakan, kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan dapat berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.
Bahkan menurut dia, dari pengamatan BMKG walaupun curah hujan berada pada tingkat sedang, namun masih berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. "Hal ini tergantung pada daya dukung lingkungan dalam merespon kondisi curah hujan," kata Guswanto.
Misalnya jika terjadi banjir bandang karena adanya sisa-sisa penebangan pohon dibagian hulu, yang dapat menahan air. Jika hujan terus berlangsung, kemudian akan hanyut dan mengakibatkan banjir bandang di bagian hilirnya.
"Demikian pula banjir dan genangan, selain akibat curah hujan tinggi juga dapat diakibatkan kondisi permukaan yang tidak mendukung air mengalir dengan cepat atau normal ke saluran-saluran yang semestinya," katanya.
Dia mengatakan, kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan dapat berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.
Lihat Juga :