Hadiri Konferensi Internasional Vatikan, Katib 'Aam PBNU: Dialog Antaragama Harus Jujur
Rabu, 20 Januari 2021 - 10:59 WIB
Katib ‘Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, dijadwalkan berbicara sebagai narasumber dalam Konferensi Internasional yang diprakarsai Tahta Suci Vatikan. Foto/PBNU
JAKARTA - Katib ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf dan Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, dijadwalkan berbicara sebagai narasumber dalam Konferensi Internasional yang diprakarsai Tahta Suci Vatikan, Selasa-Rabu (26-27/1/2021).
Konferensi bertajuk “Religious Radicalism: Christian And Muslim Understanding And Responses” (Radikalisme Agama: Pandangan dan Tanggapan Umat Kristen dan Umat Islam) itu akan digelar secara virtual dengan tuan rumah Dewan Kepausan Untuk Dialog Antaragama (Pontifical Council for Interreligious Dialogue). Baca juga: PBNU: Tak Ada Konflik yang Disebabkan Agama
Keduanya akan tampil di hari pertama konferensi tersebut. Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo akan berdampingan dengan Prof. Akhtarul Wasey, Wakil Kanselir dari Universitas Maulana Azad di Jodhpur Rajasthan, India, untuk menyampaikan catatan-catatan dari sudut pandang Kristen dan Muslim tentang Radikalisme di Asia. Sedangkan KH Yahya Cholil Staquf akan memberikan wawasan mengenai “Global Geo-politic Conflicts and Understanding the Phenomena of Home-grown Terrorism and Foreign Fighters” (Konflik Geopolitik Global dan Pemahaman tentang Gerakan Teroris yang Tumbuh di Dalam Negeri dan Mujahidin Antarnegara). Baca juga: Indonesia Diminta Ambil Peran Hentikan Konflik Agama di India
Konferensi ini melibatkan tokoh-tokoh dari kalangan pemimpin agama dan intelektual dari Timur Tengah, Afrika, Asia, Eropa dan Amerika. Selain Katib ‘Aam PBNU dan Uskup Agung Jakarta, akan tampil antara lain Sekretaris Jenderal Liga Ulama Muhammadiyah Kerajaan Maroko, Syaikh Ahmad Abbadi; Pimpinan Desk Islam di Dewan Kepausan untuk Dialog Antar Agama, Msgr. Khaled Akasheh asal Yordania; intelektual Muslim Amerika berdarah Turki yang adalah Senior Fellow pada program studi Islam and Modernity, Cato Intitute, USA, Mustafa Akyol; pendiri the Observatory of Religious Radicalism and Conflict in Africa, Senegal, Prof. Bakary Sambe; dan 27 orang tokoh Internasional lainnya.
Konferensi bertajuk “Religious Radicalism: Christian And Muslim Understanding And Responses” (Radikalisme Agama: Pandangan dan Tanggapan Umat Kristen dan Umat Islam) itu akan digelar secara virtual dengan tuan rumah Dewan Kepausan Untuk Dialog Antaragama (Pontifical Council for Interreligious Dialogue). Baca juga: PBNU: Tak Ada Konflik yang Disebabkan Agama
Keduanya akan tampil di hari pertama konferensi tersebut. Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo akan berdampingan dengan Prof. Akhtarul Wasey, Wakil Kanselir dari Universitas Maulana Azad di Jodhpur Rajasthan, India, untuk menyampaikan catatan-catatan dari sudut pandang Kristen dan Muslim tentang Radikalisme di Asia. Sedangkan KH Yahya Cholil Staquf akan memberikan wawasan mengenai “Global Geo-politic Conflicts and Understanding the Phenomena of Home-grown Terrorism and Foreign Fighters” (Konflik Geopolitik Global dan Pemahaman tentang Gerakan Teroris yang Tumbuh di Dalam Negeri dan Mujahidin Antarnegara). Baca juga: Indonesia Diminta Ambil Peran Hentikan Konflik Agama di India
Konferensi ini melibatkan tokoh-tokoh dari kalangan pemimpin agama dan intelektual dari Timur Tengah, Afrika, Asia, Eropa dan Amerika. Selain Katib ‘Aam PBNU dan Uskup Agung Jakarta, akan tampil antara lain Sekretaris Jenderal Liga Ulama Muhammadiyah Kerajaan Maroko, Syaikh Ahmad Abbadi; Pimpinan Desk Islam di Dewan Kepausan untuk Dialog Antar Agama, Msgr. Khaled Akasheh asal Yordania; intelektual Muslim Amerika berdarah Turki yang adalah Senior Fellow pada program studi Islam and Modernity, Cato Intitute, USA, Mustafa Akyol; pendiri the Observatory of Religious Radicalism and Conflict in Africa, Senegal, Prof. Bakary Sambe; dan 27 orang tokoh Internasional lainnya.
Lihat Juga :