Efikasi Tinggi, Pendonor Plasma Darah untuk Pasien Covid-19 Rendah

Selasa, 19 Januari 2021 - 06:10 WIB
Terapi plasma konvalesen sudah diterapkan dalam mengatasi penyakit akibat virus ebola yang mana juga direkomendasikan WHO pada 2014. Terapi ini juga diterapkan di Hong Kong saat terjadi wabah SARS-CoV-2 pada 2003, H1N1 pada 2009-2010, dan MERS-CoV pada 2012. “Terapi plasma konvalesen untuk pasien COVID-19 sudah dilakukan di Tiongkok, Argentina dan Amerika Serikat. Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat pada Agustus 2020 juga sudah mengizinkan penggunaan plasma konvalesen sebagai salah satu terapi bagi penderita COVID-19,” katanya.

Ma’ruf Amin mengungkapkan jumlah penyitas COVID-19 yang mendonorkan plasma konvalesen nya masih sangat kecil. Hingga kemarin jumlah penyitas yang telah melakukan donor plasma baru tujuh ribuan. Padahal penyintas yang bisa jadi pendonor berkisar 5-10% dari jumlah pasien yang sembuh atau 35.900-71.800 orang. “Total distribusi plasma konvalesen hingga tanggal 14 Januari 2021 sebanyak 7.680. Angka ini masih sangat kecil jika dibanding perkiraan jumlah penyintas COVID-19 yang memiliki potensi untuk menjadi donor plasma konvalesen,” ujarnya.

Dia pun menilai perlunya upaya yang kuat untuk meningkatkan partisipasi penyintas COVID-19 untuk mendonorkan plasmanya. Sehingga pasien yang saat ini sedang dalam perawatan di rumah sakit memiliki peluang selamat lebih besar. “Gerakan bersama ini diharapkan menggugah empati dan memotivasi para penyintas COVID-19 untuk bisa berkontribusi sukarela mendonorkan plasma konvalesen untuk membantu pasien COVID-19 yang saat ini tengah dirawat di berbagai rumah sakit. Hal ini sebagai wujud peduli kemanusiaan dalam membantu menyelamatkan nyawa manusia sehingga diharapkan mampu menekan angka kematian akibat COVID-19,” jelasnya.

Maruf mengatakan bahwa dalam kondisi kondisi sekarang ini, solidaritas yang tinggi sangat diperlukan di masyarakat. Dia pun mengajak masyarakat untuk saling bahu membahu dan tolong menolong sesama sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. “Khusus bagi para penyintas COVID-19 marilah kita bersama-sama mensyukuri nikmat kesembuhan dan keseharian yang dianugerahkan Allah SWT dengan menyatukan tekad dan langkah untuk membantu menyelamatkan sesama melalui donor plasma konvalesen. Setetes darah anda, sejuta harapan untuk mereka,” paparnya.

Dia juga meminta agar kepala daerah untuk ikut berperan aktif dalam sosialisasi gerakan nasional ini. Selain itu juga pemerintah daerah bersama PMI menyediakan fasilitas yang diperlukan agar gerakan nasional ini dapat berjalan dengan baik. “Kepada Direktur Rumah Sakit, Organisasi Profesi, dan Mitra Pemerintah lainnya, untuk ikut memberikan informasi, pemahaman, dan edukasi yang baik kepada pasien yang akan sembuh sehingga tergerak untuk memberikan donor plasma konvalesen,” katanya.

Sementara itu Ketua PMI Jusuf Kalla mengakui jika pendonor plasma darah dari penyintas Covid-19 masih relative rendah. Saat ini dalam setiap bulan, PMI baru bisa menyediakan 1.000 donor plasma konvalesen. Padahal PMI menargetkan ada 5.000 pendonor plasma darah dari penyintas Covid-19 setiap bulannya. “Kita masih butuh 5 kali lipat dari itu. Kita butuh setidaknya 5.000 pendonor per bulan seluruh Indonesia," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!