Bobol BNI, Maria Pauline Didakwa Perkaya Diri hingga Rp1,2 Triliun
Rabu, 13 Januari 2021 - 18:33 WIB
Pada Agustus 2002, Maria bersama Ollah dan Edy Santoso selaku Manager Pelayanan Nasabah Luar Negeri BNI 46 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan mengajukan permohonan kredit atas nama PT Oenam Marble, kelompok usaha PT Sagared Team. Permohonan kredit tersebut ditolak.
Setelah presentasi proposal soal pengajuan kredit pembayaran marmer atas nama PT Oenam Marble di kantor PT Oenam Marble, Edy Santoso meminta bantuan Maria untuk menutup kerugian BNI 46 Cabang Kebayoran Baru Jakarta Selatan sebesar USD9.800.000 akibat terdapat pencairan L/C yang dilampiri dokumen ekspor fiktif yang tidak terbayar (unpaid) dari PT Mahesa Karya Putra Mandiri dan PT Petindo.
(Baca: Bobol BNI Rp1,7 Triliun, Maria Pauline Baru Kembalikan Rp500 Miliar)
Untuk menindaklanjuti permintaan Edy Santoso itu, Maria membeli beberapa perusahaan. PT Gramarindo Mega Indonesia, PT Magnetiq Usaha Esa Indonesia, PT Pan Kifros, PT Bhinekatama Pasific, PT Metrantara, PT Basomasindo dan PT Triranu Caraka Pasific yang tergabung dalam Gramarindo Group dibelinya dan diisi orang-orang kepercayaannya.
Ollah Abdulah Agam sebagai Direktur Utama PT Gramarindo Mega Indonesia, Adrian Pandelaki Lumowa (Alm) sebagai Direktur Utama PT Magnetiq Usaha Esa Indonesia, Titik Pristiwati sebagai Direktur Utama PT Bhinekatama Pasific, Aprilia Whidarta sebagai Direktur Utama PT Pan Kifros, Richard Kountul sebagai Direktur Utama PT Metrantara, Judi Baso sebagai Direktur Utama PT Basomasindo dan Jefrey Baso (Alm) sebagai Direktur Utama PT Triranu Caraka Pasific.
Setelah presentasi proposal soal pengajuan kredit pembayaran marmer atas nama PT Oenam Marble di kantor PT Oenam Marble, Edy Santoso meminta bantuan Maria untuk menutup kerugian BNI 46 Cabang Kebayoran Baru Jakarta Selatan sebesar USD9.800.000 akibat terdapat pencairan L/C yang dilampiri dokumen ekspor fiktif yang tidak terbayar (unpaid) dari PT Mahesa Karya Putra Mandiri dan PT Petindo.
(Baca: Bobol BNI Rp1,7 Triliun, Maria Pauline Baru Kembalikan Rp500 Miliar)
Untuk menindaklanjuti permintaan Edy Santoso itu, Maria membeli beberapa perusahaan. PT Gramarindo Mega Indonesia, PT Magnetiq Usaha Esa Indonesia, PT Pan Kifros, PT Bhinekatama Pasific, PT Metrantara, PT Basomasindo dan PT Triranu Caraka Pasific yang tergabung dalam Gramarindo Group dibelinya dan diisi orang-orang kepercayaannya.
Ollah Abdulah Agam sebagai Direktur Utama PT Gramarindo Mega Indonesia, Adrian Pandelaki Lumowa (Alm) sebagai Direktur Utama PT Magnetiq Usaha Esa Indonesia, Titik Pristiwati sebagai Direktur Utama PT Bhinekatama Pasific, Aprilia Whidarta sebagai Direktur Utama PT Pan Kifros, Richard Kountul sebagai Direktur Utama PT Metrantara, Judi Baso sebagai Direktur Utama PT Basomasindo dan Jefrey Baso (Alm) sebagai Direktur Utama PT Triranu Caraka Pasific.
Lihat Juga :