Demokrasi AS Kacau, Begini Komentar 'Nyelekit' Duo Fadli Zon-Fahri Hamzah
Jum'at, 08 Januari 2021 - 16:13 WIB
Mantan politikus PKS yang sekarang mendirikan Partai Gelora itu mengaku senang melihat cara demokrasi AS. "Senang melihat cara demokrasi amerika membekuk presiden yang enggak paham demokrasi. Tidak mereka biarkan ia merusak sistem dan membelah rakyat. Selamat tinggal Trump, pengusaha memang jarang yang baca konstitusi sih. Balik saja jadi pedagang," cuitnya.(Baca juga: Viral, Trump dan Keluarganya Pesta saat Massa Perusuh Capitol Tiba )
Sementara rekan Fahri yang sebelumnya juga menjadi wakil ketua DPR, Fadli Zon mengatakan selama dua hari dirinya mengikuti perkembangan dan dinamika demokrasi yang ada di AS. "Ternyata di negara kampiun demokrasi saja gagal menjaga nilai demokrasi," katanya.
(Baca juga : Sandiaga Uno Ingin Menangkap Peluang Saat Labuan Bajo Jadi Tuan Rumah KTT G20 )
Cuitan Fadli Zon itu mengomentari cuitan Fahri Hamzah yang mengunggah video pernyataan Trump. Namun, politikus Partai gerindra itu menilai AS berhasil menjaga sistem sehingga lebih kuat daripada figur sehingga sistem, konstitusi dan Undang-Undang (UU) menjadi tempat kembalinya segala persoalan.
"Mereka berhasil menjaga sistem sehingga lebih kuat dari figur dan sistem itu yang jadi tempat kembali, konstitusi dan UU. Akhirnya Trump yang sewenang-wenang patah sendiri," katanya.(Baca juga: Khawatir Situasi Nasional, SBY Teringat Tahun 1964-1965 )
Sementara rekan Fahri yang sebelumnya juga menjadi wakil ketua DPR, Fadli Zon mengatakan selama dua hari dirinya mengikuti perkembangan dan dinamika demokrasi yang ada di AS. "Ternyata di negara kampiun demokrasi saja gagal menjaga nilai demokrasi," katanya.
(Baca juga : Sandiaga Uno Ingin Menangkap Peluang Saat Labuan Bajo Jadi Tuan Rumah KTT G20 )
Cuitan Fadli Zon itu mengomentari cuitan Fahri Hamzah yang mengunggah video pernyataan Trump. Namun, politikus Partai gerindra itu menilai AS berhasil menjaga sistem sehingga lebih kuat daripada figur sehingga sistem, konstitusi dan Undang-Undang (UU) menjadi tempat kembalinya segala persoalan.
"Mereka berhasil menjaga sistem sehingga lebih kuat dari figur dan sistem itu yang jadi tempat kembali, konstitusi dan UU. Akhirnya Trump yang sewenang-wenang patah sendiri," katanya.(Baca juga: Khawatir Situasi Nasional, SBY Teringat Tahun 1964-1965 )
(dam)
Lihat Juga :