Abu Bakar Ba'asyir, dari Pancasila hingga Al-Qaeda
Jum'at, 08 Januari 2021 - 11:10 WIB
(Baca juga : Rekor! Kasus Covid-19 Sehari Tembus 10.617, DKI Jakarta dan Jabar Tertinggi )
Lima tahun kemudian dia ditangkap aparat Orde Baru dengan tuduhan menghasut orang untuk menolak asas tunggal Pancasila serta melarang santrinya melakukan hormat bendera Merah Putih. Ba'asyir dan Sungkar diganjar hukuman sembilan tahun penjara.
Tetapi di tengah masa hukumannya, keduanya bisa melarikan diri ke Malaysia selama 17 tahun. Di Negeri Jiran inilah, Ba'asyir disebut-sebut intelijen AS (CIA) membentuk gerakan Jamaah Islamiyah (JI) pada 1993. JI juga disebut berhubungan dengan kelompok Al-Qaeda.
Setelah reformasi bergulir, Ba'asyir pulang ke Indonesia dan merintis Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) dan berikutnya mendirikan Jemaah Anshorut Tauhid (JAT).
(Baca: Abu Bakar Ba’asyir Bebas, Perlu Dirangkul untuk Program Deradikalisasi)
Pada 2002, nama Ba’asyir kembali mencuat setelah Majalah TIME menulis berita dengan judul "Confessions of an Al Qaeda Terrorist". Disebutkan, Ba'asyir adalah perencana peledakan Masjid Istiqlal. TIME mengutip dari dokumen CIA, bahwa pimpinan JI Abu Bakar Ba'asyir "terlibat dalam berbagai plot". Ini menurut pengakuan Umar Al-Faruq, seorang pemuda Yaman yang ditangkap di Bogor dan dikirim ke pangkalan udara di Bagram, Afganistan, yang diduduki AS.
Lima tahun kemudian dia ditangkap aparat Orde Baru dengan tuduhan menghasut orang untuk menolak asas tunggal Pancasila serta melarang santrinya melakukan hormat bendera Merah Putih. Ba'asyir dan Sungkar diganjar hukuman sembilan tahun penjara.
Tetapi di tengah masa hukumannya, keduanya bisa melarikan diri ke Malaysia selama 17 tahun. Di Negeri Jiran inilah, Ba'asyir disebut-sebut intelijen AS (CIA) membentuk gerakan Jamaah Islamiyah (JI) pada 1993. JI juga disebut berhubungan dengan kelompok Al-Qaeda.
Setelah reformasi bergulir, Ba'asyir pulang ke Indonesia dan merintis Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) dan berikutnya mendirikan Jemaah Anshorut Tauhid (JAT).
(Baca: Abu Bakar Ba’asyir Bebas, Perlu Dirangkul untuk Program Deradikalisasi)
Pada 2002, nama Ba’asyir kembali mencuat setelah Majalah TIME menulis berita dengan judul "Confessions of an Al Qaeda Terrorist". Disebutkan, Ba'asyir adalah perencana peledakan Masjid Istiqlal. TIME mengutip dari dokumen CIA, bahwa pimpinan JI Abu Bakar Ba'asyir "terlibat dalam berbagai plot". Ini menurut pengakuan Umar Al-Faruq, seorang pemuda Yaman yang ditangkap di Bogor dan dikirim ke pangkalan udara di Bagram, Afganistan, yang diduduki AS.
Lihat Juga :