PII Beri Sertifikat Insinyur Profesional kepada Tiga Tokoh Ini

Selasa, 05 Januari 2021 - 21:05 WIB
Ketika menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan, Trenggono telah mendorong industri alat utama sistem persenjataan (alutsista) di dalam negeri. Di samping itu, dia melihat ketahanan pangan sebagai masalah ketahanan nirmiliter yang perlu memperoleh perhatian selain ketahanan militer, terutama seperti saat adanya pandemi Covid 19. (Baca juga: Guru Besar Framasetika UII, Vaksin Covid Harus Digunakan Setelah Ada Izin )

Dengan melihat ini Trenggono membentuk tim melibatkan banyak pihak, termasuk militer dan perguruan tinggi, untuk menyusun dan menjalani program untuk ketahanan pangan, yang kini telah bergulir.

Sedangkan Arifin telah terlibat di litbang industri pupuk, menyusun dan meletakkan fondasi kuat di rekayasa enjinering industri pupuk. Hal ini diterapkan, dijalani dengan baik, ketika menjadi dirut di Petrokimia Gresik dan ketika menjadi orang nomor satu di Pupuk Indonesia.

Arifin juga dinilai membuat langkah cepat yang pro ke pembangunan industri sehingga berhasil memberikan harga gas yang menarik untuk industri hilir terutama industri petrokimia. Hal ini adalah sesuatu yang sebelumnya belum pernah berhasil dilaksanakan. Hal ini dilakukan melalui kebijakan-kebijakan energi yang komprehensif, yang membuat industri pupuk dan migas indonesia bangkit, bergairah.

PII, kata Heru Dewanto, akan terus berkomitmen melakukan transformasi bagi peningkatan kompetensi insinyur Indonesia bagi kemajuan Indonesia Raya
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!