Soal Penemuan Seaglider Asing di Selayar, KSAL: Patut Diwaspadai
Senin, 04 Januari 2021 - 16:35 WIB
Yudo memaparkan, di dalam sea glider bisanya turut dipasangkan GPS. Hal tersebut yang akan didalami oleh TNI AL, termasuk di mana saja alat itu disebar dan akan mengarah ke wilayah mana saja.
"Jadi, alat ini ada GPS-nya. Nah nanti akan kita cek, karena belum kita bongkar tadi. Mudah-mudahan nanti bisa kita trek. Point pertamanya di mana saja, terus arahnya ke mana saja. Tentunya nanti bisa kita cek untuk itu. Karena mohon maaf belum kita bongkar ini jadi ini masih utuh," ujarnya.
Dia menjelaskan, ada beragam dugaan mengenai awal mula kedatangan seaglider ini. Pertama, berasal dari Laut Jawa. Kedua, dari arah utara yang kemudian terkena arus barat dan masuk Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).
"Sekarang ini kan musim barat. Bisa jadi dari Laut Jawa bisa sampai Selayar mengikuti arus tadi. Selat Selayar kan ada arusnya yang arusnya sangat kuat. Bisa jadi dari Utara melalui ALKI kemudian kena arus barat menuju ke Selayar. Karena kalau melihat ini kelihatannya sudah lama juga barangnua di laut, kalau lihat fisik warnanya," katanya.
"Jadi, alat ini ada GPS-nya. Nah nanti akan kita cek, karena belum kita bongkar tadi. Mudah-mudahan nanti bisa kita trek. Point pertamanya di mana saja, terus arahnya ke mana saja. Tentunya nanti bisa kita cek untuk itu. Karena mohon maaf belum kita bongkar ini jadi ini masih utuh," ujarnya.
Dia menjelaskan, ada beragam dugaan mengenai awal mula kedatangan seaglider ini. Pertama, berasal dari Laut Jawa. Kedua, dari arah utara yang kemudian terkena arus barat dan masuk Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).
"Sekarang ini kan musim barat. Bisa jadi dari Laut Jawa bisa sampai Selayar mengikuti arus tadi. Selat Selayar kan ada arusnya yang arusnya sangat kuat. Bisa jadi dari Utara melalui ALKI kemudian kena arus barat menuju ke Selayar. Karena kalau melihat ini kelihatannya sudah lama juga barangnua di laut, kalau lihat fisik warnanya," katanya.
(dam)
Lihat Juga :