Politisasi Agama Dinilai Jadi Ancaman Masa Depan Bangsa
Senin, 28 Desember 2020 - 20:12 WIB
Penelitian lain yang dilakukan oleh Kominfo pada 2020 ini, juga menunjukkan bahwa banyak konten hoaks (berita bohong) di internet. Melalui studi kuantitatif via survei menemukan bahwa konten dianggap banyak mengandung adalah konten politik (67,2%), kesehatan (46,3%), agama (33,2%), kerusuhan (28,1%), dan konten lingkungan (21,9%).
Menurut Hasan, kemampuan netizen dalam mencerna dan menganalisa juga masih perlu jadi catatan. Temuan Kominfo juga menunjukkan bahwa literasi digital netizen Indonesia masih dalam kategori sedang yaitu 3,47 pada skala 1-5. "Potret ini menunjukkan bahwa netizen kita masih rentan," katanya. (Baca juga:Haedar Nashir: Berhentilah Merumitkan Urusan Keagamaan)
Dikatakan Hasan, netizen merupakan entitas yang cukup rentan dengan konten-konten negatif. Jumlah mereka yang cukup besar, durasi akses mereka terhadap internet tinggi, serta kurang mendapatkan literasi secara optimal, membuat mereka menjadi sasaran empuk. "Mereka akan mudah terperangkap dan terjebak dalam bujuk rayu konten-konten negatif termasuk konten yang memperburuk polarisasi di tengah masyarakat," tutupnya.
Menurut Hasan, kemampuan netizen dalam mencerna dan menganalisa juga masih perlu jadi catatan. Temuan Kominfo juga menunjukkan bahwa literasi digital netizen Indonesia masih dalam kategori sedang yaitu 3,47 pada skala 1-5. "Potret ini menunjukkan bahwa netizen kita masih rentan," katanya. (Baca juga:Haedar Nashir: Berhentilah Merumitkan Urusan Keagamaan)
Dikatakan Hasan, netizen merupakan entitas yang cukup rentan dengan konten-konten negatif. Jumlah mereka yang cukup besar, durasi akses mereka terhadap internet tinggi, serta kurang mendapatkan literasi secara optimal, membuat mereka menjadi sasaran empuk. "Mereka akan mudah terperangkap dan terjebak dalam bujuk rayu konten-konten negatif termasuk konten yang memperburuk polarisasi di tengah masyarakat," tutupnya.
(kri)
Lihat Juga :