Mahfud MD: Kita Berada dalam Situasi Serba Salah
Senin, 28 Desember 2020 - 02:11 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD. Foto: Raka Dwi Novianto/SINDOnews
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan ( Menkopolhukam) , Mahfud MD mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini berada di dalam situasi yang serba salah. Dirinya menyebut jika pemerintah melakukan sesuatu pasti ada saja pihak-pihak yang tidak setuju dengan tindakan pemerintah.
"Kita ini berada dalam situasi serba salah ketik kita akan melakukan sesuatu ribut ini salah, ketika ingin mengikuti yang satunya bahwa yang bilang salah ini yang bener kita coba ikuti, salah lagi karena yang satunya. Sehinga terasa tidak ada benarnya kita ini," ujar Mahfud dalam diskusi bertajuk Masalah Strategis Kebangsaan dan Solusinya, secara virtual, Minggu (27/12/2020).
Bahkan Mahfud membandingkan dengan pemeritah yang terdahulu. Dimana pemeritah saat itu menurutnya membuat kebijakan namun hanya sedikit yang menyalakan. Mahfud menyebut, hal itu bisa saja disebabkan karena pertentangan bahlan polarisasi yang muncul saat ini.
Menurut Mahfud, ada tiga hal yang tidak bisa atau sulit yang diselesaikan di Indonesia yakni dibidang Politik hukum dan keamanan. Karena sebagai konsekuensinya dari demokrasi. (Baca juga: Sikapi Tembak Mati 6 Anggota FPI, KAHMI Ingatkan Reaksi Jokowi di Kasus Sigi )"Misalnya kita mengeluh bagaimana putusan pengadilan itu kok berpihak kepada koruptor misalnya, nah inikan bukan menjadi kita pemeritah gitu itukn urusan pengadilan tetapi tetap saja didalam opini publik itu wah pemeritah sekarang ini mengalami kemunduran didalam penegakan hukum karena koruptor diberi remisi semua dna sebagainya," katanya.
"Kita ini berada dalam situasi serba salah ketik kita akan melakukan sesuatu ribut ini salah, ketika ingin mengikuti yang satunya bahwa yang bilang salah ini yang bener kita coba ikuti, salah lagi karena yang satunya. Sehinga terasa tidak ada benarnya kita ini," ujar Mahfud dalam diskusi bertajuk Masalah Strategis Kebangsaan dan Solusinya, secara virtual, Minggu (27/12/2020).
Bahkan Mahfud membandingkan dengan pemeritah yang terdahulu. Dimana pemeritah saat itu menurutnya membuat kebijakan namun hanya sedikit yang menyalakan. Mahfud menyebut, hal itu bisa saja disebabkan karena pertentangan bahlan polarisasi yang muncul saat ini.
Menurut Mahfud, ada tiga hal yang tidak bisa atau sulit yang diselesaikan di Indonesia yakni dibidang Politik hukum dan keamanan. Karena sebagai konsekuensinya dari demokrasi. (Baca juga: Sikapi Tembak Mati 6 Anggota FPI, KAHMI Ingatkan Reaksi Jokowi di Kasus Sigi )"Misalnya kita mengeluh bagaimana putusan pengadilan itu kok berpihak kepada koruptor misalnya, nah inikan bukan menjadi kita pemeritah gitu itukn urusan pengadilan tetapi tetap saja didalam opini publik itu wah pemeritah sekarang ini mengalami kemunduran didalam penegakan hukum karena koruptor diberi remisi semua dna sebagainya," katanya.
Lihat Juga :