Crazy Rich Muda Masuk Kabinet, Politikus PKB Sebut Jokowi Terpaksa
Minggu, 27 Desember 2020 - 20:24 WIB
Di beberapa peristiwa politik seperti misalnya, tekanan terhadap Front Pembela Islam (FPI), beberapa penilaian konspirasi bahwa pemerintah akan membukan hubungan politik dengan Israel seperti yang dilakukan beberapa negara Timur Tengah, menurut Ketua Komisi VI DPR ini, di luar persoalan itu, dirinya lebih ingin melihat bahwa kabinet ini mungkin memang kabinet yang diharapkan Jokowi bisa bekerja pada 2021, di mana Jokowi memberikan 2 tekanan, suksesnya vaksinasi dan pemulihan ekonomi lebih cepat.
"Vaksinasi dengan perubahan Menteri Kesehatan dengan Budi Sadikin mungkin lebih praktis, karena sebagai Wamen BUMN, Budi Sadikin beberapa waktu terakhir berkecimpung cukup dalam dalam penanganan COVID-19, menyediakan Wisma Atlet, dan membangun rumah sakit modular, konsolidasi rumah sakit BUMN dari 70 rumah sakit dalam satu induk, di mana IHC (Indonesia Healthcare Corporation) jadi leading company," kata Faisol.
"Melakukan pembelian vaksin baik Sinovac, Sinopharm, Astrzeneca yang gagal karena Menkes yang sebelumnya tidak mau tanda tangan. Ini semua menjadi catatan," katanya.
"Vaksinasi dengan perubahan Menteri Kesehatan dengan Budi Sadikin mungkin lebih praktis, karena sebagai Wamen BUMN, Budi Sadikin beberapa waktu terakhir berkecimpung cukup dalam dalam penanganan COVID-19, menyediakan Wisma Atlet, dan membangun rumah sakit modular, konsolidasi rumah sakit BUMN dari 70 rumah sakit dalam satu induk, di mana IHC (Indonesia Healthcare Corporation) jadi leading company," kata Faisol.
"Melakukan pembelian vaksin baik Sinovac, Sinopharm, Astrzeneca yang gagal karena Menkes yang sebelumnya tidak mau tanda tangan. Ini semua menjadi catatan," katanya.
(abd)
Lihat Juga :