Menag Tidak Ingin Populisme Islam Berkembang Luas di Indonesia

Minggu, 27 Desember 2020 - 19:39 WIB
Agama sebagai norma konflik ini, kata Gus Yaqut, juga disebut dengan istilah sebagai populisme Islam. "Itu norma yang kemarin sempat berkembang yang kita dengar kalau istilah kerennya Mbak Lisa (Alisa Wahid) ini populisme Islam," katanya.

Oleh karena itu, Gus Yaqut berharap agar populisme Islam tidak berkembang luas. "Saya tidak ingin kita semua, tentu saja tidak ingin bahwa populisme Islam ini berkembang, berkembang luas sehingga kita kewalahan untuk menghadapinya," ujarnya. (Baca juga: Menag: Indonesia Berdiri sebagai Kesepakatan Antarkultur, Budaya, dan Agama )

"Maka di pidato pertama itu, saya sampaikan mari kita semua menjadikan agama ini sebagai inspirasi, sumber inspirasi, bukan sebagai aspirasi. Karena kalau aspirasi agama ini, dan kalau salah-salah orang bisa sangat berbahaya," kata Gus Yaqut.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!