Diperkirakan Sudah Masuk Indonesia, Virus Inggris Bisa Ganggu Vaksinasi Covid-19
Sabtu, 26 Desember 2020 - 05:16 WIB
"Memang ini tidak menyebabkan keparahan besar. Tapi dengan semakin efektif dan efesiennya dia melakukan replikasi dan infeksi ini akan berdampak pada sistem pelayanan kesehatan," jelas dia.
Dicky menilai sampai saat ini pandemi Covid-19 Indonesia belum terkendali. Masuknya varian baru Covid-19 berpotensi mengganggu keberhasilan program vaksinasi Covid-19 ke depan. "Dan ini akan mengganggu dari keberhasilan program vaksinasi. Tapi menganggu vaksin Covid-19 ya belum tentu. Tapi kalau mengganggu program vaksinasi ya jelas karena meningkatkan angka reproduksi dengan misalnya angka 2 bisa jadi 3," tuturnya.
(Baca: Setelah Inggris dan Afsel, Varian Virus COVID-19 Juga Ditemukan di Nigeria)
Menurut Dicky, varian baru Covid-19 berdampak pada harus semakin tinggi dan terencananya efikasi vaksin Covid-19. Varian baru Covid-19 juga bakal menyerang kelompok produktif dan aktif sehingga semakin memberatkan situasi pandemi Covid-19 di Tanah Air. "Ini menambah lagi memberatkan dan memperburuk pandemi kita. Saya tidak menakut-nakuti tapi itu lah yang harus direspons," pungkasnya.
Dicky menilai sampai saat ini pandemi Covid-19 Indonesia belum terkendali. Masuknya varian baru Covid-19 berpotensi mengganggu keberhasilan program vaksinasi Covid-19 ke depan. "Dan ini akan mengganggu dari keberhasilan program vaksinasi. Tapi menganggu vaksin Covid-19 ya belum tentu. Tapi kalau mengganggu program vaksinasi ya jelas karena meningkatkan angka reproduksi dengan misalnya angka 2 bisa jadi 3," tuturnya.
(Baca: Setelah Inggris dan Afsel, Varian Virus COVID-19 Juga Ditemukan di Nigeria)
Menurut Dicky, varian baru Covid-19 berdampak pada harus semakin tinggi dan terencananya efikasi vaksin Covid-19. Varian baru Covid-19 juga bakal menyerang kelompok produktif dan aktif sehingga semakin memberatkan situasi pandemi Covid-19 di Tanah Air. "Ini menambah lagi memberatkan dan memperburuk pandemi kita. Saya tidak menakut-nakuti tapi itu lah yang harus direspons," pungkasnya.
(muh)
Lihat Juga :