Prabowo-Sandi Masuk Kabinet, Tak Ada Lawan Abadi dalam Politik

Jum'at, 25 Desember 2020 - 10:12 WIB


Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat berbincang di Istana

Wakil Ketua Dewan Penasihat Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir mengatakan Pilpres 2019 yang lalu diselenggarakan untuk memenuhi amanat UUD 1945 yang wajib dilaksanakan dengan tujuan memilih pimpinan nasional yang mendapatkan dukungan kuat rakyat sehingga mampu menjalankan fungsi kekuasaan pemerintahan negara dalam rangka tercapainya tujuan nasional.

"Jadi Pilpres 2019 yang lalu bukanlah sesuatu yang sia-sia, karena hasilnya adalah pemimpin yang berkualitas bukan? Dan mampu membawa Indonesia lebih baik lagi bahkan di masa pandemi ini sekalipun, tidak mengakibatkan Indonesia terpuruk," kata Inas secara terpisah.(Baca juga: Prabowo-Sandi Jadi Anak Buah Jokowi, Mardani PKS: Akhirnya Kekuasaan yang Jadi Tujuan )

Inas berpendapat, bergabungnya Prabowo-Sandi dalam kabinet Indonesia Maju merupakan bukti bangsa Indonesia adalah bangsa ksatria, yang lebih mendahulukan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan kelompok.

"Bahkan kebesaran jiwa Prabowo dan Sandi untuk membantu Jokowi dalam mengurus pemerintahan ini, ketimbang teriak-teriak menjadi oposisi, perlu kita acungi jempol," tutur Inas.

Politikus Partai Gerindra Arief Poyuono menilai Presiden Jokowi tidak ingin memiliki oposisi sama sekali. Atas keinginan itu, Jokowi merangkul Prabowo-Sandi ke dalam kabinet Indonesia Maju.

"Karena akan menciptakan dua matahari dan mengurangi daya kekuasaannya. Biar Prabowo sama Sandi belajar pejabat pemerintah nantinya," kata Arief Poyuono.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!