Menanti Tuah Menteri Baru
Kamis, 24 Desember 2020 - 06:10 WIB
Penunjukan Budi Gunadi Sadikin dengan latar belakang bankir tentu menjadi sorotan masyarakat. Dengan kompetensi di bidang keuangan, tentu dipilihnya Budi dipertanyakan oleh masyarakat, Namun, Presiden Jokowi menjawab keraguan masyarakat tersebut dengan mengangkat wakil menteri berlatar belakang dokter.
Sandiaga Uno dengan latar belakang pengusaha, diharapkan mampu meracik formula yang pas sehingga kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif bisa menumbuhkan geliat sektor wisata yang hancur lebur selama pandemi. Sementara Menteri Perdagangan M Luthfi dengan segudang pengalamannya sebagai mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), duta besar di Amerika Serikat (AS) dan Jepang, tentu akan mudah untuk membuat neraca perdagangan yang saat ini negatif menjadi positif.
Pemerintah terus berupaya menjaga kesehatan masyarakat sekaligus memulihkan ekonomi nasional selama masa pandemi ini. Anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp607,65 triliun pun dimaksudkan untuk menjaga daya beli dan mengurangi dampak Covid-19 terhadap perekonomian. Dengan dana yang sangat besar tersebut, tentu tidak ada alasan lagi bagi menteri-menteri baru untuk langsung bekerja dan membuat terobosan-terobosan jitu yang dinanti oleh masyarakat.
Ada setumpuk pekerjaan rumah (PR) menanti para menteri baru dan wakilnya, khususnya bagi menteri bidang perekonomian. Mereka harus segera bergerak cepat membantu Jokowi memulihkan perekonomian yang porak-poranda akibat pandemi Covid-19.
Sektor pariwisata menjadi yang terdampak parah pandemi Covid-19. Data Badan Pusat Statistik ( BPS) menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) merosot tajam selama pandemi. Kondisi tersebut tidak hanya dialami oleh Indonesia, tetapi sektor pariwisata di seluruh negara pun mengalami kondisi serupa.
Sandiaga Uno dengan latar belakang pengusaha, diharapkan mampu meracik formula yang pas sehingga kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif bisa menumbuhkan geliat sektor wisata yang hancur lebur selama pandemi. Sementara Menteri Perdagangan M Luthfi dengan segudang pengalamannya sebagai mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), duta besar di Amerika Serikat (AS) dan Jepang, tentu akan mudah untuk membuat neraca perdagangan yang saat ini negatif menjadi positif.
Pemerintah terus berupaya menjaga kesehatan masyarakat sekaligus memulihkan ekonomi nasional selama masa pandemi ini. Anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp607,65 triliun pun dimaksudkan untuk menjaga daya beli dan mengurangi dampak Covid-19 terhadap perekonomian. Dengan dana yang sangat besar tersebut, tentu tidak ada alasan lagi bagi menteri-menteri baru untuk langsung bekerja dan membuat terobosan-terobosan jitu yang dinanti oleh masyarakat.
Ada setumpuk pekerjaan rumah (PR) menanti para menteri baru dan wakilnya, khususnya bagi menteri bidang perekonomian. Mereka harus segera bergerak cepat membantu Jokowi memulihkan perekonomian yang porak-poranda akibat pandemi Covid-19.
Sektor pariwisata menjadi yang terdampak parah pandemi Covid-19. Data Badan Pusat Statistik ( BPS) menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) merosot tajam selama pandemi. Kondisi tersebut tidak hanya dialami oleh Indonesia, tetapi sektor pariwisata di seluruh negara pun mengalami kondisi serupa.
Lihat Juga :