Program 5.000 Doktor Kemenag: Ikhtiar Wujudkan Daya Saing PTKI

Kamis, 10 Desember 2020 - 13:29 WIB
Sejak diresmikan Presiden Joko Widodo pada 19 Desember 2014, Program 5.000 Doktor Kementerian Agama diharapkan dapat mempercepat kualitas sumber daya manusia.
JAKARTA - Sejak diresmikan Presiden Joko Widodo pada 19 Desember 2014, Program 5.000 Doktor Kementerian Agama diharapkan dapat mempercepat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui peningkatan kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

“Program ini muncul dilatarbelakangi oleh tiga hal, pertama sebagai respons dan dukungan penuh atas arah dan tujuan pembangunan yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Terutama dalam menciptakan Indonesia Maju melalui SDM unggul,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani di Jakarta, Kamis (10/12/2020).



Kedua, lanjut dia, beasiswa ini menjadi kebutuhan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi agama Islam sehingga PTKI mampu menjadi episentrum peradaban Indonesia.

“Membangun peradaban tentunya adalah dengan pendidikan. Pendidikan menjadi penting, karena merupakan sebuah proses dalam menciptakan sumber daya manusia masa depan yang akan menguasai zaman,” imbuh Dhani.

Sebagai gambaran, hingga saat ini jumlah dosen PTKI yang telah meraih gelar doktor terdapat 5.449. Sedangkan untuk level magister sebanyak 32.889. “Dosen atau tenaga pendidik di perguruan tinggi seharusnya berkualifikasi S-3 atau doktor. Ini merupakan ikhtiar Kementerian Agama untuk meningkatkan kualifikasi dosen yang diharapkan bisa berkontribusi pada daya saing bangsa karena memiliki SDM yang melimpah. Hal ini menjadi modal dalam berinovasi untuk membangun peradaban Indonesia yang diakui dunia,” papar Dhani.

Dalam rentang waktu 5 tahun terakhir, Program 5000 Doktor Kementerian Agama telah memberikan 2.222 penerima beasiswa studi dalam negeri, dan 547 beasiswa luar negeri dalam berbagai bentuk.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!