Jokowi Disarankan Libatkan KPK Pilih Pengganti Menteri yang Tersandung Korupsi
Sabtu, 19 Desember 2020 - 06:56 WIB
(Baca juga: Pengamat: Reshuffle Kabinet Kebutuhan untuk Menjawab Kebuntuan Sistem ).
"Kalau perlu fit and proper test melibatkan KPK agar betul-betul menteri yang dipilih selesai dengan uji integritasnya yang tidak hanya memikirkan kelompok, golongan, dan memikirkan dirinya sendiri," ujar dia.
Diketahui sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo sebagai tersangka penerima suap. Ia diduga menerima suap terkait perizinan tambak, usaha, dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020 alias suap ekspor benur atau benih lobster.
(Baca juga: Reshuffle Berembus Kencang, AHY Dinilai Berpeluang Masuk Kabinet ).
Sementara, Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka suap dana bantuan sosial (bansos) Covid-19. Politikus PDI Perjuangan itu diduga menerima suap sebesar Rp8,2 miliar.
"Kalau perlu fit and proper test melibatkan KPK agar betul-betul menteri yang dipilih selesai dengan uji integritasnya yang tidak hanya memikirkan kelompok, golongan, dan memikirkan dirinya sendiri," ujar dia.
Diketahui sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo sebagai tersangka penerima suap. Ia diduga menerima suap terkait perizinan tambak, usaha, dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020 alias suap ekspor benur atau benih lobster.
(Baca juga: Reshuffle Berembus Kencang, AHY Dinilai Berpeluang Masuk Kabinet ).
Sementara, Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka suap dana bantuan sosial (bansos) Covid-19. Politikus PDI Perjuangan itu diduga menerima suap sebesar Rp8,2 miliar.
(zik)
Lihat Juga :