Pola Gaji Baru ASN Diklaim Bisa Tingkat Pelayanan Publik

Rabu, 16 Desember 2020 - 09:32 WIB
Apalagi pekerjaan ASN berkutat dengan wilayah yang memiliki godaan tinggi, seperti perizinan, dan hubungan internasional. “Dengan perubahan pola gaji ini, ASN akan bekerja sungguh-sungguh, tidak ngobjek kemana-mana. Selama ini ada sekitar 1,6 juta ASN (10 bulan pandemic) ini enggak jelas output kinerjanya. Ini harus diambil langkah-langkah. Itu dipensiunkan dini agar tidak membebani keuangan negara,” tegasnya.

Terkait jumlah ASN yang tidak produktif ini pernah diungkapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpanrb). Trubus menjelaskan ada beberapa faktor yang membuat mereka tidak produktif, seperti gagap teknologi (gaptek). Selama pandemi Covid-19, nyaris semua kegiatan menggunakan gawai dan teknologi informasi (TI).

Saat ini, mau tidak mau, para ASN harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Mereka tidak bisa lagi berleha-leha. Masyarakat menuntut pelayanan publik yang prima. “Kalau mau dapat penghasilan lebih, harus bekerja lebih. Selama ini, ASN berprestasi atau tidak, gajinya sama,” pungkasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!