Dilema Bus Sekolah Pengantar Pasien Covid-19, Live di iNews Siang Selasa Pukul 11.00
Selasa, 15 Desember 2020 - 10:36 WIB
DKI Jakarta yang saat ini menyumbang angka pasien tertinggi di Indonesia, mengalihfungsikan bus sekolah menjadi pengantar pasien Corona dari puskesmas ke Wisma Atlet. Foto/MNC Media
JAKARTA - Sekolah atau belajar dari rumah membuat berkurangnya penggunaan kendaraan bus sekolah yang biasanya setiap pagi mengantarkan siswa dan siswi menuju ke sekolah.
DKI Jakarta yang saat ini menyumbang angka pasien tertinggi di Indonesia, mengalihfungsikan bus sekolah milik Pemprov DKI Jakarta menjadi pengantar pasien Corona (COVID-19) dari puskesmas ke Wisma Atlet. (Baca juga: Bus Sekolah DKI Bawa Ribuan Pasien Terkonfirmasi Covid-19 ke Tempat Isolasi)
Alih fungsi ini dilakukan lantaran jumlah kasus terinfeksi Covid-19 di Indonesia masih menunjukkan kenaikan. Salah satu tujuan penggunaan bus sekolah untuk memaksimalkan evakuasi para pasien yang ditengarai terjangkit virus.
Tentu, penggunaan bus sekolah yang mengantarkan pasien ke rumah sakit rujukan setempat akan berkurang jika tren angka pasien positif Covid-19 tidak tinggi. Penambahan jumlah masyarakat yang positif Covid-19 tersebut lantaran masih minimnya disiplin dalam menerapkan aturan protokol kesehatan saat masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
DKI Jakarta yang saat ini menyumbang angka pasien tertinggi di Indonesia, mengalihfungsikan bus sekolah milik Pemprov DKI Jakarta menjadi pengantar pasien Corona (COVID-19) dari puskesmas ke Wisma Atlet. (Baca juga: Bus Sekolah DKI Bawa Ribuan Pasien Terkonfirmasi Covid-19 ke Tempat Isolasi)
Alih fungsi ini dilakukan lantaran jumlah kasus terinfeksi Covid-19 di Indonesia masih menunjukkan kenaikan. Salah satu tujuan penggunaan bus sekolah untuk memaksimalkan evakuasi para pasien yang ditengarai terjangkit virus.
Tentu, penggunaan bus sekolah yang mengantarkan pasien ke rumah sakit rujukan setempat akan berkurang jika tren angka pasien positif Covid-19 tidak tinggi. Penambahan jumlah masyarakat yang positif Covid-19 tersebut lantaran masih minimnya disiplin dalam menerapkan aturan protokol kesehatan saat masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Lihat Juga :