KPK Sebut Sistem Lingkungan Kerja Bikin Pejabat Kaya Masih Korupsi
Sabtu, 12 Desember 2020 - 10:43 WIB
Pahala pun mengungkapkan faktor yang membuat pejabat terlibat korupsi adalah sistem yang ada di lingkungannya. Karena sistem inilah seorang yang memiliki harta banyak tetap berpotensi melakukan korupsi ketika menjadi pejabat.
"Padahal kalau kita pikir, kalau sudah kaya ya sudah dong. Tapi ternyata tidak ada hubungannya karena kita lihat juga sistem yang membelit membuat orang jadi tidak perduli kaya atau miskin selama lima tahun," jelasnya.
(Klik ini untuk ikuti survei SINDOnews tentang Calon Presiden 2024)
Misalnya, kata Pahala, kepala daerah selama menjabat terpaksa jatuh ke sistem yang membuat kepala daerah itu korupsi bukan buat dirinya sendiri. Padahal untuk yang lain misalnya sponsor dan pihak-pihak lain yang mendorong maju hingga korupsi untuk anak buahnya sendiri.
"Atau di daerah status dia sebagai kepala daerah yang membuat semua orang ekspektasinya tinggi. Kalau berkunjung bagi-bagi duit. Padahal kita sebut lah berapa sih gaji menteri? Cuma 19 juta plus dom (dana operasional menteri) 20 juta per bulan. 80% harus dipertanggung jawabkan. Padahal lihat ekspektasi orang, kalau ada menteri rasanya udah cukup lah semuanya. Padahal nggak," ungkapnya.
"Padahal kalau kita pikir, kalau sudah kaya ya sudah dong. Tapi ternyata tidak ada hubungannya karena kita lihat juga sistem yang membelit membuat orang jadi tidak perduli kaya atau miskin selama lima tahun," jelasnya.
(Klik ini untuk ikuti survei SINDOnews tentang Calon Presiden 2024)
Misalnya, kata Pahala, kepala daerah selama menjabat terpaksa jatuh ke sistem yang membuat kepala daerah itu korupsi bukan buat dirinya sendiri. Padahal untuk yang lain misalnya sponsor dan pihak-pihak lain yang mendorong maju hingga korupsi untuk anak buahnya sendiri.
"Atau di daerah status dia sebagai kepala daerah yang membuat semua orang ekspektasinya tinggi. Kalau berkunjung bagi-bagi duit. Padahal kita sebut lah berapa sih gaji menteri? Cuma 19 juta plus dom (dana operasional menteri) 20 juta per bulan. 80% harus dipertanggung jawabkan. Padahal lihat ekspektasi orang, kalau ada menteri rasanya udah cukup lah semuanya. Padahal nggak," ungkapnya.
Lihat Juga :