Prabowo-Puan Punya Panggung hingga 2024, Kekecewaan Muslim Diprediksi Luruh

Sabtu, 12 Desember 2020 - 10:45 WIB
Menurut Igor, jika Prabowo maju kembali sebagai capres 2024, yang perlu dilihat adalah bagaimana suara Partai Gerindra naik signifikan pada Pemilu 2014 ketimbang saat Pemilu 2019. "Efek ekor jas Prabowo sangat tinggi di 2014. Supporter nasionalis Prabowo saat itu lebih militan dan konsisten, seperti Budi Purnomo, Cut Mutia, dan banyak lagi yang lain," imbuhnya.

(Baca juga : Pengakuan Model Natacha Sofia yang Jadi Pemuas Nafsu Cristiano Ronaldo )

Hal tersebut menurut dia yang perlu digarisbawahi untuk pemenangan. "Apalagi proporsi terbesar pemilih di Indonesia nanti di 2024 berada di tengah. Bukan yang terlalu kiri atau yang terlalu kanan," ujar Director Survey dan Polling Indonesia (SPIN) ini.

(Klik ini untuk ikuti survei SINDOnews tentang Calon Presiden 2024)

Dia menuturkan, soal pendapat terkait kekecewaan komunitas muslim terhadap Prabowo yang masuk koalisi pemerintahan Jokowi - Ma'ruf Amin, itu juga soal waktu. "Rekam jejak Prabowo bisa dilihat bahwa sosok Menhan ini yang paling bisa menjembatani kepentingan umat muslim dibandingkan tokoh lain," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!