Menlu Retno: Diplomasi Vaksin Terus Dilanjutkan untuk Kawal Vaksinasi
Selasa, 08 Desember 2020 - 14:57 WIB
Upaya menghadirkan vaksin untuk negeri merupakan kerja lintas kementerian, salah satu elemen penting dari upaya ini adalah diplomasi vaksin lewat bilateral
JAKARTA - Upaya menghadirkan vaksin untuk negeri merupakan kerja lintas kementerian dan lembaga untuk bersama-sama bangkit dari pandemi. Salah satu elemen penting dari upaya ini adalah diplomasi vaksin, baik lewat jalur bilateral dengan berbagai negara dan produsen vaksin di dunia, maupun kerjasama multilateral.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dalam keterangan pers yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (7/12/2020), mengatakan bahwa diplomasi aktif untuk mendukung upaya ketersediaan vaksin dengan tugas utama membuka akses, meratakan jalan dan mengatasi berbagai kendala yang muncul.
Salah satu implementasi diplomasi vaksin dilakukan Menteri Luar Negeri ketika pada Agustus 2020 bersama Menteri BUMN ditugaskan untuk membuka akses kerja sama dengan beberapa pengembang vaksin, termasuk Sinovac. “Pada Oktober tugas serupa kami jalankan termasuk menjajaki kerjasama dengan AstraZeneca dan kerjasama vaksin multilateral melalui Gavi COVAX Facility,” jelasnya.
Terkait kerjasama dengan Sinovac dan kehadiran 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac dalam bentuk jadi pada hari Minggu (6/12/2020), Menteri Retno Marsudi menyampaikan apresiasi kepada kerjasama yang baik berbagai pihak, termasuk koordinasi intensif dengan pemerintah RRT.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dalam keterangan pers yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (7/12/2020), mengatakan bahwa diplomasi aktif untuk mendukung upaya ketersediaan vaksin dengan tugas utama membuka akses, meratakan jalan dan mengatasi berbagai kendala yang muncul.
Salah satu implementasi diplomasi vaksin dilakukan Menteri Luar Negeri ketika pada Agustus 2020 bersama Menteri BUMN ditugaskan untuk membuka akses kerja sama dengan beberapa pengembang vaksin, termasuk Sinovac. “Pada Oktober tugas serupa kami jalankan termasuk menjajaki kerjasama dengan AstraZeneca dan kerjasama vaksin multilateral melalui Gavi COVAX Facility,” jelasnya.
Terkait kerjasama dengan Sinovac dan kehadiran 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac dalam bentuk jadi pada hari Minggu (6/12/2020), Menteri Retno Marsudi menyampaikan apresiasi kepada kerjasama yang baik berbagai pihak, termasuk koordinasi intensif dengan pemerintah RRT.
Lihat Juga :