Ini Kata Pengamat Intelijen soal Penembakan 6 Anggota Laskar FPI
Selasa, 08 Desember 2020 - 08:06 WIB
Susaningtyas mengatakan, seharusnya Habib Rizieq kooperatif memenuhi panggilan Polri dalam pemeriksaan dugaan pelanggaran protokol kesehatan termasuk kasus-kasus lain yang belum selesai dimana juga melibatkan dirinya sebelum pergi ke Arab Saudi.
Menurut dia, dalam insiden itu Polri juga harus melakukan evaluasi pemakaian senjata api oleh anggotanya. Bila betul senjata-senjata yang ditunjukkan Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya adalah senjata milik anggota FPI, maka pembelaan Polri atas jiwa anggotanya yang terancam bisa diterima.
((Klik ini untuk ikuti survei SINDOnews tentang Calon Presiden 2024)
Di sisi lain, TNI-Polri pun harus memiliki pembacaan dalam konteks intelijen bahwa yang terjadi kemarin dikhawatirkan bagian dari tes ombak atau tes the water untuk suatu aksi perlawanan yang lebih besar dan membahayakan persatuan kesatuan bangsa.
"Oleh karenanya penanganan terhadap organisasi yang mashabnya intoleran dan radikal harus tegas jangan tanggung dan sedapat mungkin terukur," ujar perempuan yang akrab disapa Nuning ini.
Menurut dia, dalam insiden itu Polri juga harus melakukan evaluasi pemakaian senjata api oleh anggotanya. Bila betul senjata-senjata yang ditunjukkan Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya adalah senjata milik anggota FPI, maka pembelaan Polri atas jiwa anggotanya yang terancam bisa diterima.
((Klik ini untuk ikuti survei SINDOnews tentang Calon Presiden 2024)
Di sisi lain, TNI-Polri pun harus memiliki pembacaan dalam konteks intelijen bahwa yang terjadi kemarin dikhawatirkan bagian dari tes ombak atau tes the water untuk suatu aksi perlawanan yang lebih besar dan membahayakan persatuan kesatuan bangsa.
"Oleh karenanya penanganan terhadap organisasi yang mashabnya intoleran dan radikal harus tegas jangan tanggung dan sedapat mungkin terukur," ujar perempuan yang akrab disapa Nuning ini.
Lihat Juga :