Jusuf Kalla Dituding Dalang Penangkapan Edhy Prabowo, Begini Respons Jubir
Sabtu, 05 Desember 2020 - 17:52 WIB
Juru bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah meminta KPK mengklarifikasi pernyataan calon Wali Kota Makassar Danny Pomanto yang menuding mantan Wapres Jusuf Kalla dalang dibalik penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Rekaman suara diduga calon Wali Kota Makassar, Danny Pomanto yang menyebut mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalang dibalik penangkapan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo tuai polemik.
(Baca juga : Usung Puan atau Ganjar sebagai Capres, Siapa Lebih Menguntungkan PDIP? )
Juru bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah menyayangkan ucapan itu jika benar dilontarkan Danny Pomanto. “Saya cuma mau bilang, salah apa Pak JK kepada Danny Pomanto, sehingga tega-teganya memfitnah seperti itu? Danny seperti tidak punya lagi sopan santun sedikit pun kepada sosok yang dihormati semua kalangan,” ujar Husain dalam keterangannya, Sabtu (5/12/2020). (Baca juga: Suap Benur Edhy Prabowo, KPK Geledah Rumah Dinas Anggota DPR)
Husain bahkan menyinggung soal falsafah orang Bugis-Makassar terkait adat dan istiadat dalam menghormati orang tua. “Saya yakin kalau orang Bugis-Makassar tidak gampang mengumbar fitnah seperti itu, karena secara budaya dan agama tahu risikonya, bahwa fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan,” sambungnya. (Baca juga: Edhy Prabowo Akui Semua Bukti-bukti yang Dikantongi KPK)
(Baca juga : Usung Puan atau Ganjar sebagai Capres, Siapa Lebih Menguntungkan PDIP? )
Juru bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah menyayangkan ucapan itu jika benar dilontarkan Danny Pomanto. “Saya cuma mau bilang, salah apa Pak JK kepada Danny Pomanto, sehingga tega-teganya memfitnah seperti itu? Danny seperti tidak punya lagi sopan santun sedikit pun kepada sosok yang dihormati semua kalangan,” ujar Husain dalam keterangannya, Sabtu (5/12/2020). (Baca juga: Suap Benur Edhy Prabowo, KPK Geledah Rumah Dinas Anggota DPR)
Husain bahkan menyinggung soal falsafah orang Bugis-Makassar terkait adat dan istiadat dalam menghormati orang tua. “Saya yakin kalau orang Bugis-Makassar tidak gampang mengumbar fitnah seperti itu, karena secara budaya dan agama tahu risikonya, bahwa fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan,” sambungnya. (Baca juga: Edhy Prabowo Akui Semua Bukti-bukti yang Dikantongi KPK)
Lihat Juga :