Doni Minta Jalur Evakuasi untuk Warga Sekitar Gunung Semeru Dibangun
Kamis, 03 Desember 2020 - 19:04 WIB
Sebelumnya Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa juga melaporkan selain jalur evakuasi, pengerukan jalur aliran lahar juga harus menjadi prioritas. Sebab, berdasarkan data yang dihimpun, ketebalan sedimentasi dari jalur aliran lahar sudah mencapai 15 meter. “Jalur aliran lahar. Ini sedimentasinya sudah sekitar 15 meter, jadi kan harus dikeruk. Sehingga kalau ada material gunung yang meluber, maka kita tidak berharap itu kemudian meluber ke permukiman penduduk,” imbuhnya. (Baca juga: Tinjau Penanganan Erupsi Gunung Semeru, BNPB Serahkan Bantuan Rp500 Juta)
Sehingga pihaknya tidak ingin muncul permasalahan baru apabila terjadi aktivitas erupsi Gunung Semeru. “Jalur evakuasinya harus dipastikan. Masyarakat harus terkonfirmasi. Tanda-tanda evakuasi harus dipasang di banyak titik,” jelas Khofifah. Khofifah juga meminta agar layanan komunikasi terkait perkembangan informasi aktivitas Gunung Semeru dapat dilakukan dengan baik, agar tidak muncul kabar yang dapat meresahkan warga. “Ada komunikasi yang harus dipastikan sampai dengan benar dan cepat kepada masyarakat,” kata Khofifah.
Sebagaimana informasi sebelumnya, Gunung Semeru mengeluarkan guguran lahar panas dari aktivitas vulkanik pada Sabtu (28/11/2020) dini hari. Peristiwa tersebut telah berdampak pada 1.298 warga yang tinggal di 5 desa dan 2 kecamatan di Kabupaten Lumajang.
Sehingga pihaknya tidak ingin muncul permasalahan baru apabila terjadi aktivitas erupsi Gunung Semeru. “Jalur evakuasinya harus dipastikan. Masyarakat harus terkonfirmasi. Tanda-tanda evakuasi harus dipasang di banyak titik,” jelas Khofifah. Khofifah juga meminta agar layanan komunikasi terkait perkembangan informasi aktivitas Gunung Semeru dapat dilakukan dengan baik, agar tidak muncul kabar yang dapat meresahkan warga. “Ada komunikasi yang harus dipastikan sampai dengan benar dan cepat kepada masyarakat,” kata Khofifah.
Sebagaimana informasi sebelumnya, Gunung Semeru mengeluarkan guguran lahar panas dari aktivitas vulkanik pada Sabtu (28/11/2020) dini hari. Peristiwa tersebut telah berdampak pada 1.298 warga yang tinggal di 5 desa dan 2 kecamatan di Kabupaten Lumajang.
(cip)
Lihat Juga :