Sinergi dengan Media, Kejagung Ingin Tingkatkan Kepercayaan Publik
Rabu, 02 Desember 2020 - 21:54 WIB
Misalnya pada tahun ini, rangkaian kasus Asuransi Jiwasraya yang begitu menghebohkan. Publik tentu bertanya sampai sejauh mana penanganan perkara dalam penyidikan, penuntutan karena prosesnya memakan waktu yang tidak sebentar.
Belum lagi kasus keterlibatan seorang jaksa dalam skandal korupsi dengan terpidana kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra. Hal itu juga mengundang kritikan publik tentang kinerja kejaksaan.
“Karena itu, kalau capaian itu diberikan. Minimal bisa memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang kinerja kejaksaan. Ending-nya adalah masyarakat tahu capaian itu. Harapannya, mereka mempercayai institusi kita,” tuturnya. (Baca juga:Ombudsman Surati Kapolri, Minta Pendekatan Persuasif dalam Unjuk Rasa)
Lantaran itu, melalui sinergitas dengan media maka kejaksaan bisa ikut membantu menyampaikan informasi hukum yang apa adanya ke masyarakat. Termasuk fakta yang terungkap dalam persidangan kasus-kasus yang tersangkanya juga anggota kejaksaan.
Belum lagi kasus keterlibatan seorang jaksa dalam skandal korupsi dengan terpidana kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra. Hal itu juga mengundang kritikan publik tentang kinerja kejaksaan.
“Karena itu, kalau capaian itu diberikan. Minimal bisa memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang kinerja kejaksaan. Ending-nya adalah masyarakat tahu capaian itu. Harapannya, mereka mempercayai institusi kita,” tuturnya. (Baca juga:Ombudsman Surati Kapolri, Minta Pendekatan Persuasif dalam Unjuk Rasa)
Lantaran itu, melalui sinergitas dengan media maka kejaksaan bisa ikut membantu menyampaikan informasi hukum yang apa adanya ke masyarakat. Termasuk fakta yang terungkap dalam persidangan kasus-kasus yang tersangkanya juga anggota kejaksaan.
(dam)
Lihat Juga :