Sejumlah Organisasi Ajak Perkuat Solidaritas Akhiri Penyakit AIDS
Rabu, 02 Desember 2020 - 18:17 WIB
Dia pun mengingatkan tentang Permenkes Nomor 4 tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan telah mengutamakan peningkatan promotif dan pencegahan preventif dari HIV/AIDS.
"Data dari Kementerian Kesehatan RI tentang perkembangan HIV/AIDS dan PIMS pada triwulan II Tahun 2020 hingga Juni 2020, memperlihatkan bahwa estimasi jumlah Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) telah mencapai 543. 100 orang, 398.784 orang telah ditemukan, dan hanya 205,945 ODHA yang baru memulai konsumsi ARV," tuturnya.(Baca juga: Hari AIDS Sedunia, Masyarakat Harus Berdiri dan Berbagi Tanggung Jawab )
Ditambah lagi, survei Durex Eduka5eks pada tahun 2019 masih memperlihatkan bahwa topik IMS belum dibicarakan oleh konsumen remaja, orang tua, dan pasangan menikah. Bahkan 3 dari 10 kelompok remaja di lima kota besar Indonesia masih percaya bahwa berinteraksi dalam kegiatan sehari– hari bersama ODHA dapat menyebabkan penularan HIV/AIDS.
Sementara itu, Ketua Tim Penasihat Kolegium Perdoski, Prof dr Sjaiful Fahmi Daili, SpKK(K) menekankan pentingnya Pendidikan seks bagi remaja sebagai kegiatan promotif dan preventif untuk memberikan tuntunan dan bimbingan kehidupan yang berkaitan dengan jenis kelamin, kehidupan mencintai, hingga rasa tanggung jawab.
Menurut dia, kegiatan pendidikan seks harus senantiasa dipupuk sejak masa kanak kanak hingga dewasa. Dia menutup presentasinya dengan kesimpulan bahwa terdapat korelasi yang tinggi antara IMS dan HIV/AIDS, sehingga upaya preventif harus dimulai dari unit terkecil masyarakat di keluarga.
"Bagi organisasi profesi ini, edukasi seksual harus meliputi aspek moral, sosial, kesehatan, dan agama, dimana dokter akan berperan memberikan pengobatan dan pemerintah mendesain program dan regulasi," katanya.
"Data dari Kementerian Kesehatan RI tentang perkembangan HIV/AIDS dan PIMS pada triwulan II Tahun 2020 hingga Juni 2020, memperlihatkan bahwa estimasi jumlah Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) telah mencapai 543. 100 orang, 398.784 orang telah ditemukan, dan hanya 205,945 ODHA yang baru memulai konsumsi ARV," tuturnya.(Baca juga: Hari AIDS Sedunia, Masyarakat Harus Berdiri dan Berbagi Tanggung Jawab )
Ditambah lagi, survei Durex Eduka5eks pada tahun 2019 masih memperlihatkan bahwa topik IMS belum dibicarakan oleh konsumen remaja, orang tua, dan pasangan menikah. Bahkan 3 dari 10 kelompok remaja di lima kota besar Indonesia masih percaya bahwa berinteraksi dalam kegiatan sehari– hari bersama ODHA dapat menyebabkan penularan HIV/AIDS.
Sementara itu, Ketua Tim Penasihat Kolegium Perdoski, Prof dr Sjaiful Fahmi Daili, SpKK(K) menekankan pentingnya Pendidikan seks bagi remaja sebagai kegiatan promotif dan preventif untuk memberikan tuntunan dan bimbingan kehidupan yang berkaitan dengan jenis kelamin, kehidupan mencintai, hingga rasa tanggung jawab.
Menurut dia, kegiatan pendidikan seks harus senantiasa dipupuk sejak masa kanak kanak hingga dewasa. Dia menutup presentasinya dengan kesimpulan bahwa terdapat korelasi yang tinggi antara IMS dan HIV/AIDS, sehingga upaya preventif harus dimulai dari unit terkecil masyarakat di keluarga.
"Bagi organisasi profesi ini, edukasi seksual harus meliputi aspek moral, sosial, kesehatan, dan agama, dimana dokter akan berperan memberikan pengobatan dan pemerintah mendesain program dan regulasi," katanya.
Lihat Juga :