Total 466 Laboratorium di Tanah Air Periksa Spesimen COVID-19
Rabu, 02 Desember 2020 - 15:00 WIB
“Karena setelah mengajukan akan dilakukan assessment di lapangan, apakah SDM yang mumpuni? Apakah peralatan laboratorium cukup? Apakah Bio Safety, Bio Laboratory terjaga? Ini akan di assessment,” sambung Dewi.
Dewi mengatakan dari 466 jejaring laboratorium tersebut tidak hanya dari Kementerian Kesehatan. Namun ada juga dari Kementerian dan Lembaga lainnya. “Ada yang dari BUMN, ada yang dari Swasta, ada yang Kementerian Pertanian, Kementerian Agama, ini semua berkontribusi dan masuk menjadi jejaring pemeriksa laboratorium. Itulah kenapa akhirnya butuh waktu untuk set up juga.”
Selain itu, kata Dewi, jumlah laboratorium di setiap provinsi berbeda sehingga hal ini yang menentukan jumlah testing setiap harinya. “Dan sebenarnya ini juga harus dipahami bahwa jumlah laboratorium di setiap provinsi ini berbeda di Indonesia. Ini enggak bisa kita samakan. Mungkin kalau kita lihat tinggi di Jawa Timur ada 78, tapi geser sedikit ke NTB hanya tinggal 8 laboratorium, Jawa Tengah punya 34, kemudian di Riau ada 5,” paparnya. (Baca juga:Rekor Baru, COVID-19 di Bali Tembus 202 Kasus dalam Sehari)
“Nah ini juga akan menentukan nih. Jadi nanti ketika berbicara testing kita pahami dulu jumlah laboratoriumnya, apakah jumlah SDM nya juga cukup? Berapa banyak mesin PCR yang ada di sana, nanti juga akan terkait dengan ketersediaan logistik atau reigen,” terang Dewi.
Dewi mengatakan dari 466 jejaring laboratorium tersebut tidak hanya dari Kementerian Kesehatan. Namun ada juga dari Kementerian dan Lembaga lainnya. “Ada yang dari BUMN, ada yang dari Swasta, ada yang Kementerian Pertanian, Kementerian Agama, ini semua berkontribusi dan masuk menjadi jejaring pemeriksa laboratorium. Itulah kenapa akhirnya butuh waktu untuk set up juga.”
Selain itu, kata Dewi, jumlah laboratorium di setiap provinsi berbeda sehingga hal ini yang menentukan jumlah testing setiap harinya. “Dan sebenarnya ini juga harus dipahami bahwa jumlah laboratorium di setiap provinsi ini berbeda di Indonesia. Ini enggak bisa kita samakan. Mungkin kalau kita lihat tinggi di Jawa Timur ada 78, tapi geser sedikit ke NTB hanya tinggal 8 laboratorium, Jawa Tengah punya 34, kemudian di Riau ada 5,” paparnya. (Baca juga:Rekor Baru, COVID-19 di Bali Tembus 202 Kasus dalam Sehari)
“Nah ini juga akan menentukan nih. Jadi nanti ketika berbicara testing kita pahami dulu jumlah laboratoriumnya, apakah jumlah SDM nya juga cukup? Berapa banyak mesin PCR yang ada di sana, nanti juga akan terkait dengan ketersediaan logistik atau reigen,” terang Dewi.
(kri)
Lihat Juga :