Bicara Revolusi Akhlak, Habib Rizieq: Ingat, Indonesia Negara Hukum, Bukan Negara Kekuasaan

Rabu, 02 Desember 2020 - 12:19 WIB
"Jadi jangan ada penegakan hukum ibarat pisau yang tajam ke bawah dan tumpul ke atas karena diskriminasi hukum sangat berbahaya sekali bagi keberlangsungan bangsa. Ayo kita hijrah dari penegakan hukum yang tidak beradab ke penegakan hukum yang berkeadilan. Ingat, Indonesia negara hukum, bukan negara kekuasaan," tegasnya.

(Baca juga: Habib Rizieq Bayar Denda Rp50 Juta, Pakar Hukum Tata Negara: Mestinya Tidak Usah Diselidiki Polri ).

Selain itu, Habib Rizieq mengatakan, revolusi akhlak pada level sistem juga harus mengubah politik belah bambu dan adu domba menjadi politik persatuan. Dengan demikian tidak ada lagi tebang pilih dan perlakuan berbeda terhadap pihak-pihak yang hidup di NKRI.

Sekadar informasi, Dialog Nasional 212 bertajuk 'Revolusi Akhlak: Solusi untuk Indonesia yang Bermartabat'. Kegiatan ini digelar secara luring dan daring. Untuk pertemuan luring menerapkan protokol kesehatan. Tempat acara dibatasi kapasitasnya yakni hanya 20 persen. Acara ini diikuti oleh 100 tokoh dan ulama.

( Untuk mengisi survei calon Presiden 2024 pilihan Anda, silakan klik di sini ).
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!