KH Said Aqil: Suksesi Kapolri Jangan Mempersoalkan Suku, Agama dan Daerah

Selasa, 01 Desember 2020 - 18:08 WIB
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berharap suksesi Kapolri tidak mempersoalkan Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj berharap suksesi Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) tidak mempersoalkan Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

“Institusi Polri memegang peranan sangat penting bagi kemajuan negara dan martabat bangsa. Dalam fungsi dan tugasnya, dibutuhkan sosok kepemimpinan yang tidak hanya cakap dan memiliki intelektual, tapi juga piawai serta cerdas dalam memahami dan menangani permasalahan,” ungkap KH Said Aqil Siradj, di Ciganjur, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. (Baca juga: Ada 13 Komjen di Kepolisian, IPW: Hanya 5 yang Berpeluang Jadi Kapolri)





Pihaknya ikut sumbang saran terkait pergantian Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz, yang akan pensiun Januari 2021 mendatang. Menurutnya, tugas Polri sangat mulia dan berat untuk bisa mengawal dan menjaga keamanan di negara yang memiliki banyak pulau, beragam suku, agama, serta budaya. Maka, dibutuhkan sosok pemimpin yang memiliki kemampuan dalam mengelola perbedaan dan keanekaragaman di tengah masyarakat Indonesia. "Seluruh pihak harus menghormati, penunjukkan calon Kapolri merupakan hak prerogatif Presiden. Atas kewenangannya itu, maka Presiden Jokowi pasti akan memilih calon Kapolri terbaik bagi bangsa Indonesia," katanya. (Baca juga: Moeldoko Sebut Presiden Jokowi Punya Kunci Soal Calon Kapolri)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!