Pesan Menghujam Panglima Besar Jenderal Soedirman: Jadilah Tentara Rakyat

Sabtu, 21 November 2020 - 08:43 WIB
Sejarah mencatat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilahirkan dari rahim rakyat. Karena TNI sejatinya dibentuk dari berbagai laskar-laskar dan badan perjuangan rakyat. Atas dasar itulah, Jenderal Soedirman, seringkali menyatakan bahwa hubungan TNI dan rakyat adalah ibarat ikan dan air. Ikan tidak akan hidup tanpa air. Rakyatlah yang mengandung, merawat, dan membesarkan TNI. (Baca juga: Serda Pardi Rela Panjat Tiang Listrik Tanpa Pengaman demi Menerangi Desa)

Menengok ke belakang, TNI dibentuk dalam perjuangan panjang rakyat Indonesia mempertahankan kemerdekaan. TNI pada awalnya merupakan Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang kemudian pada 5 Oktober 1945 menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan selanjutnya berubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI). Untuk mendukung perjuangan TRI dalam melawan penjajah, seluruh lapisan rakyat, tua muda, pria dan wanita membentuk laskar-laskar melakukan perlawanan bersenjata. Mereka tidak ingin kemerdekaan yang sudah diraih kembali dirampas penjajah melalui kekerasan bersenjata.

Dua kekuatan bersenjata baik TRI maupun laskar dan badan-badan perjuangan rakyat bahu membahu di medan pertempuran. Tak terhitung berapa banyak pertempuran yang dihadapi dua kekuatan bersenjata Indonesia itu melawan penjajah. Di antaranya, peristiwa Bandung Lautan Api dan pertempuran Surabaya yang merenggut ribuan nyawa. Seiring perjalanan waktu, untuk mengatasi perbedaan dan kesalahpahaman di berbagai palagan, kedua kekuatan bersenjata ini yaitu, TRI sebagai tentara regular dan badan-badan perjuangan rakyat oleh Presiden Soekarno disatukan dengan mengesahkan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 3 Juni 1947.



Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada Desember 1949, Indonesia berubah menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Hal itu mendorong dibentuknya Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan antara TNI dan KNIL. Kemudian pada 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negara kesatuan sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!